MY PRINCE

MY PRINCE
RUMAH SANG DOKTER



Apakah ini sangat penting sehingga menjadi sangat privasi?"


Andre yang mendengarkan hal tersebut kembali tersenyum.


"Ternyata kau sangat pintar Laras, kau bisa dengan mudah menebaknya dan kau bisa dengan mudah mengatakan hal itu kepada ku."


"Katakan saja dokter."


"Ya ini sangat privasi, terutama oleh mu Laras."


Andre mengatakan hal tersebut sambil tersenyum ke arah Laras.


"Baiklah dokter ayo kita bicarakan."


"Ya, namun sebelum itu aku akan meminta persetujuan mu terlebih dahulu."


"Persetujuan apa dokter?"


"Persetujuan karena aku akan membawa mu ke rumah ku."


Deg


Seketika itu juga Laras terdiam.


"Untuk apa dokter Andre? apakah kita tidak bisa membicarakan hal ini di tempat makan?"


"Kau baru saja sembuh Laras, dan saat ini kau sedang di dalam pengawasan dokter, aku tidak akan membawa mu ke tempat yang seperti itu."


Laras kembali terdiam dengan perkataan dari Andre, saat ini dirinya sangat dilema, ya dilema karena ingin mengetahui apa yang akan di bahas, dan dilema karena Andre mengajaknya ke rumah, dimana status Laras saat ini masih istri sah dari Prince.


"Baiklah dokter, jika ini memang hal yang sangat penting, aku akan mengikuti dokter."


"Terima kasih Laras kau bisa percaya kepada ku."


Setelah mengatakan hal tersebut Andre melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang.


Sementara itu di rumah Prince.


"Bi Ijah sendiri? lalu di mana Laras?"


Deg


Bi Ijah sangat kaget karena begitu sampai di rumah bi Ijah melihat ibu Saraswati dan juga Prince menunggu kedatangannya.


"Diantarkan oleh Andre? bagaimana bisa? kita sudah ada mobil dan supir pribadi untuk Laras."


"Maafkan bi Ijah nyonya, tapi dokter Andre sendiri tadi yang menawarkan hal ini kepada mbak Laras."


"Sudahlah ma, Andre itu sahabat ku, mungkin dia sedang ingin berbuat baik kepada para pasiennya, maka dari itu dia mengantarkan Laras pulang."


"Tapi Prince apa yang akan dikatakan oleh orang - orang jika istri mu diantarkan pulang oleh laki - laki lain?"


"Tidak akan ada kata orang, ma Andre itu tampan dan pintar, dia mana mungkin tertarik kepada wanita gendut, hitam, dan jelek seperti Laras."


Dan seketika itu juga Ibu Saraswati kembali menggelengkan kepalanya melihat kepercayaan diri dari Prince yang sangat luar biasa soal ini.


"Prince mama berharap kau bisa lebih menjaga Laras lagi ."


"Sudah tenang saja, nanti juga mereka kembali ."


Dan setelah mengatakan hal tersebut Prince masuk ke dalam kamarnya seakan -akan sudah tidak peduli lagi tentang Laras.


"Semoga baik - baik saja."


Ibu Sarawati yang pada akhirnya tidak mau ambil pusing ikut masuk ke dalam kamar tamu.


sementara itu kini mobil Andre sudah masuk ke dalam halaman depan kediamannya.


Nampak satu rumah mewah dengan arsitektur Romawi menghiasi semuanya.


"Ayo turun Laras."


Deg


Seketika itu juga lamunan Laras terhenti ketika Prince menepuk pundaknya..


"Ah baiklah dokter."


Laras pada akhirnya keluar dari dalam mobil di bantu oleh Andre dan masuk ke dalam rumah mewah itu.


"Dokter apakah dokter tinggal sendiri di rumah besar ini?"


Laras mengatakan hal tersebut sambil terus melihat karya - karya seni yang luar biasa di dalam ruang mewah bergaya klasik tersebut.


"Ya Laras, selama ini aku tinggal sendiri di temani para asisten rumah tangga