
Sementara itu di dalam satu cafe, Prince sore ini sedang duduk dengan Andre sambil melihat pemandangan.
"Apakah kau sudah yakin dengan semua keputusan mu Prince?"
Andre sekali lagi bertanya hal tersebut kepada Prince yang saat ini sedang menegak minuman beralkohol.
"Jika kau tanya hati ku Dre, aku sama sekali tidak yakin dengan keputusan ku, aku membenci keputusan ini, ya aku membencinya."
Setelah mengatakan hal tersebut Prince kembali menegak minuman beralkohol yang masih ada di tangannya.
"Hentikan kebiasaan minum mu Prince! kau selalu seperti ini jika terhantam satu masalah."
Andre mengatakan hal tersebut sambil menyingkirkan botol minuman beralkohol tersebut dari depan mata Prince.
"Yang membuat aku nekat mengambil keputusan ini adalah aku tidak sanggup lagi melihat Laras berduka."
"Setiap aku mencoba untuk mendekatkan diri kepadanya, aku seperti hantu yang sangat dia benci, aku seperti manusia serigala yang ingin menerkamnya."
"Untuk apa aku memaksakan semuanya, jika pada akhirnya semua ini membuat Laras semakin menderita?"
"Biarkan saja aku yang menanggungnya, ya menanggung semua hal yang telah aku perbuat di masa lalu kepada satu wanita yang pada akhirnya ku cintai mungkin setelah ini aku akan menutup pintu hati ku untuk siapapun wanita yang akan singgah."
"Aku juga tau Tuhan pasti berduka dengan semua hal yang telah aku putuskan, dan aku juga siap untuk menanggung semuanya dengan baik."
Prince kembali mengatakan hal tersebut sambil ke dua matanya memiliki pandangan yang kosong.
"Ya, aku tidak bisa lagi mengatakan banyak kepada mu Prince, namun satu hal yang harus kau tau, aku tidak akan pernah mendukung perceraian, jadi jika kau ingin meminta pendapat ku, jelas kau tau apa jawaban ku bukan?"
"Ya aku tau apa yang akan kau katakan Dre, dan aku tidak akan menyalahkan, karena semuanya itu benar."
"Ya, aku harap ada yang terbaik dari Tuhan untuk permasalahan kalian berdua."
"Terima kasih Dre, baiklah aku sepertinya harus segera kembali ke hotel untuk bersiap - siap, esok hari aku akan kembali ke Indonesia."
Setelah mengatakan hal tersebut Prince bangkit berdiri dari tempat duduknya, namun baru beberapa langkah dari kursi tempatnya duduk, tiba - tiba saja pandangan mata Prince begitu gelap dan kepalanya begitu sakit, tiba - tiba saja Prince tergeletak di lantai dan pingsan.
"Astaga Prince ada apa dengan mu!"
Andre mengatakan hal tersebut sambil bangkit berdiri dari tempat duduk untuk menghampiri Prince yang saat ini sudah pingsan.
Dengan cepat Andre meminta beberapa orang di sekitar untuk membantunya memasukkan Prince yang pingsan kepada mobil.
Dengan cepat Andre melajukan mobilnya ke arah rumah sakit yang terletak di pusat kota.
"Ini tidak akan menjadi lucu Prince jika kau tiba - tiba pingsan karena sesuatu hal, ayo Prince jangan kau buat cerita yang baru lagi "
Di dalam mobil Andre mengatakan hal tersebut sambil menggelengkan kepalanya.
Sesampainya di rumah sakit'Andre langsung menuju ke ruang unit gawat darurat, agar Prince segera di tangani dengan tepat .
"Halo Lidia, ya saat ini aku masih di rumah sakit, Prince tiba - tiba pingsan, mungkin aku akan pulang larut malam, katakan kepada Laras jika saat ini Prince sedang di tangani di ruang unit gawat darurat."