MY PRINCE

MY PRINCE
PEPES IKAN



Dirinya yang tidak mampu untuk melawan segala sesuatu hal jahat yang sudah tertanam di dalam kehidupannya.


"Aku harus cepat - cepat membereskan ini, meskipun saat ini mas Prince sudah berjanji tidak akan masuk ke dalam kamar, namun aku tidak boleh meninggalkan jejak apapun di tempat ini."


Dengan cepat Laras membereskan semuanya, ya semua hal yang membuatnya terus mengkonsumsi obat - obat terlarang tanpa sepengetahuan siapapun menurut versi nya


Menjelang malam mobil Prince pada akhirnya masuk ke dalam parkiran halaman rumahnya.


"Joe katakan kepada para kolega bisnis ku, jika aku berada di rumah, aku tidak mau lagi membahas tentang pekerjaan."


"Baik pak Prince."


Setelah mengatakan hal tersebut Prince segera keluar dari dalam mobil dan langsung ke dalam rumah.


"Selamat malam mas."


Deg


Begitu membuka pintu Prince melihat ada satu wanita yang dia cintai menyambutnya dengan senyuman hangat.


"Malam sayang."


Seakan - akan tidak percaya dengan apa yang dilakukan oleh Laras, Prince kini hanya bisa mematung di depan Laras.


"Mas kemarikan jas mu, mas ada apa?"


Laras mengatakan hal tersebut sambil menepuk - nepuk bahu Prince, dan Prince yang mendapatkan sentuhan langsung mengembalikan pikirannya ke dunia nyata.


"Ah maafkan aku sayang, malam ini aku hanya terkejut."


"Terkejut karena apa mas?"


Laras mengatakan hal tersebut sambil mencoba membantu Prince untuk membuka jas hitamnya.


"Terima kasih sayang."


Prince mengatakan hal tersebut sambil tersenyum ketika jas hitam tersebut sudah berpindah ke tangan Laras.


"Terkejut karena ternyata kau masih tidak melupakan ya lebih tepatnya peristiwa demi peristiwa yang sudah terjadi di masa lalu, dahulu kau adalah wanita yang rajin menyambut ku dengan seperti ini."


Prince mengatakan hal tersebut sambil membawa Laras masuk ke dalam.


"Meskipun mungkin keadaan kita saat ini belum baik - baik saja aku tetap melakukan tugas ku dengan baik mas."


Laras mengatakan hal tersebut sambil melepaskan gandengan tangan Prince.


"Mandilah, setelah mandi, aku sudah menyiapkan makan malam yang spesial untuk mu."


"Dengan senang hati cantik."


"Terima kasih mas."


Dan tak butuh waktu lama Prince untuk mandi dan segera turun lagi ke bawah untuk menjumpai Laras.


"Iya, nanti aku akan menghubungi kembali."


"Baiklah mas."


Dan setelah mengatakan hal tersebut Laras langsung menutup panggilan dari ponselnya.


"Kau menghubungi siapa sayang?"


"Ah bukan siapa - siapa mas, mas sudah siap untuk kita makan bersama-sama?"


"Ah seperti itu."


"Iya mas, hanya kurir hendak mengirimkan belanjaan ku."


"Baiklah jika memang tidak ada yang penting."


"Mas ayo makan, aku sudah memasak pepes ikan mas untuk mu."


Dan ke dua mata Prince langsung berbinar ketika di meja makan ada satu makanan yang menjadi kesukaannya.


"Ah sayang kau selalu mengetahui apa yang ingin aku makan."


Prince mengatakan hal tersebut sambil duduk dan di layani oleh Laras.


Makan malam hari ini Prince terlihat semakin sangat bahagia dengan semua pelayanan yang dilakukan Laras kepadanya.


"Laras sayang."


"Ya mas?"


"Jadi apa yang akan kau tunjukkan kepada ku?"


Setelah selesai makan malam Prince kembali menagih janjinya kepada Laras.


"Ayo mas kita ke balkon kamar tamu tempat mas Prince tidur."


Deg


Seketika itu juga Prince langsung mengernyitkan dahi.


"Kamar tamu? kamar ku?"


Dengan cepat Laras langsung mengangguk kan kepalanya.