
Aku ingin lebih cepat untuk tiba di tempat ini Jes."
"Ah ya aku tau kau pasti merindukan aku bukan? itu sebabnya kau ingin segera tiba di tempat ini? sungguh sangat romantis sekali sayang."
Jesika mengatakan hal tersebut sambil mencium kening dari Prince.
"Jes apakah kau tidak akan membiarkan aku masuk ke dalam dan tetap akan menciumi aku seperti ini?"
Prince yang masih mendapatkan ciuman bertubi - tubi mengatakan hal tersebut kepada Jesika yang sejak tadi tidak melepaskannya begitu saja.
"Ah sayang maafkan aku, ayo masuklah."
Jesika mengatakan hal tersebut sambil mempersilahkan Prince masuk ke dalam apartemen.
"Jadi apa yang akan kau ceritakan kepada ku?"
Jesika yang kini tengah mengajak Prince duduk kembali mengatakan hal tersebut kepadanya.
"Tidak ada yang ingin aku ceritakan kepada mu Jes, aku hanya sedang ingin ke tempat ini lebih cepat dan itu sudah aku katakan kepada mu bukan?"
Jesika langsung tersenyum dengan perkataan dari Prince.
"Aku tau apa yang kau mau Prince, sekarang tutup ke dua mata mu."
Jesika mengatakan hal tersebut sambil menatap tajam ke arah Prince.
"Baiklah Jes."
Dan setelah mengatakan hal tersebut Jesika membuka semua bajunya dan langsung mencumbu daerah - daerah sensitif dari Prince.
"Aku akan membuat mu puas sayang."
Dengan lembut Jesika mengatakan hal tersebut ke telinga Prince.
Pergulatan panjang ke dua insan manusia yang saat ini sedang terbawa oleh nafsu yang sangat luar biasa.
Ya pengulatan yang membuat mereka berdua yang sesaat melupakan semuanya, melupakan segalanya.
Sepanjang malam itu Prince meluapkan kemarahannya kepada Andre dengan menyentuh Jesika tanpa ampun, sedangkan Jesika sama sekali tidak menyadari jika saat ini dirinya sedang di jadikan pelampiasan seksual oleh laki - laki yang sering mengucapkan kata - kata cinta kepadanya.
Sepanjang malam Prince melakukan penyatuannya tanpa ampun kepada Jesika dan sama sekali tidak mempedulikan lagi Jesika yang sudah berteriak memintanya untuk berhenti.
"Hentikan Prince!"
Dan setelah kata - kata terakhir Jesika pada akhirnya pingsan dan Prince pun pada akhirnya rebah di samping Jesika.
"Aku benci kau Andre!
"
Di dalam nafas yang tersengal-sengal di dalam kegelapan malam Prince mengatakan hal tersebut sebelum pada akhirnya tertidur dengan lelap karena kelelahan yang teramat sangat.
Malam yang terlewati oleh ke dua insan yang saat ini sedang dimabuk oleh nafsu pada akhirnya berganti dengan pagi.
Pagi ini Prince bangun dan sangat merasa lapar seketika itu rasanya ingin sekali dia memanggil Laras yang selalu sudah siap dengan masakannya.
"Ah aku lupa saat ini sedang ada dimana."
Prince yang pada akhirnya sadar saat ini sedang ada dimana langsung berdiri dari tempat tidurnya dan menuju ke arah kamar mandi.
Prince menguyur semua badannya dengan air dingin, Prince mencoba menjernihkan pikirannya dengan baik agar mendapatkan sesuatu hal yang dia inginkan.
Selesai melakukan hal itu dengan tenang Prince menggunakan handuk mandinya dan langsung menyalakan sebatang rokok.
"Kau tau kan apa yang harus kau lakukan saat ini? jika kau sudah mengetahui segera kerjakan dengan baik, karena aku yang akan membayarmu mahal, lakukan saja hari ini dan jangan kau tunda - tunda lebih lagi, apakah kau mengerti?"