MY PRINCE

MY PRINCE
AKU PROFESIONAL



Lebih baik aku mencari minuman segar untuk bisa membuat kepala ku dingin, terlalu banyak hal yang aku temui pada hari ini, ya lebih baik aku makan saja."


Laras mengatakan hal tersebut sambil berjalan ke arah makanan dan mencoba untuk mengambil beberapa kue, Laras mencoba untuk menelan semua makanan tersebut, meskipun saat ini dirinya sedang tidak ingin makan.


Saat ini Laras mencoba untuk menikmati semua sajian yang ada di dalam pesta penyambutan tersebut.


Dari sudut ruangan Laras bisa melihat dengan jelas saat sang ibu mertua sedang berkumpul dengan para sosialitanya dan sedang memamerkan barang - barang berharganya.


Dan Laras hanya tersenyum sinis melihat apa yang telah dilakukan oleh sang ibu mertua.


*Kau tidak lebih dari sampah kehidupan di dalam pikiran ku Saraswati, aku ingin sekali membongkar tentang mu saat ini, namun aku masih harus menjadi seorang wanita yang kuat dan berkuasa untuk bisa melakukan hal itu dengan baik.


Aku tidak tau kapan waktu yang tepat, namun aku yakin suatu saat nanti aku akan melalukan hal itu, ya aku akan memberikan keadilan untuk ibuk, ibuk yang kau bunuh dengan ke dua tangan mu sendiri dan kau sama sekali tidak pernah menyesali perbuatan mu itu*.


Laras mengatakan hal tersebut dari dalam hati sambil terus memandang ke arah ibu Saraswati.


Dendam yang begitu terasa hadir di dalam pikiran dan hati Laras, dendam yang terus menerus menjadi hantu yang tidak pernah hilang sampai saat ini.


"Halo nyonya Prince, tak di sangka kita bertemu di pesta ini."


Deg


Laras yang mendapatkan satu bisikan seperti itu langsung membalikan badan.


"Kau!"


Laras mengatakan hal tersebut dengan ketegasan.


"Pelan kan suara mu nyonya!"


"Aku tidak menyangka kita akan bertemu di dalam pesta yang penuh dengan kebahagiaan."


"James, bagaimana bisa?"


James hanya tersenyum dengan sinis ketika Laras menanyakan hal tersebut kepadanya.


"Semuanya bisa Laras, tidak ada yang tidak bisa di dunia ini, aku bisa memiliki lebih dari satu profesi tergantung setiap kebutuhan yang saat ini sedang berjalan, kenapa kau kaget? ya itulah kehidupan, namun kau tidak perlu khawatir aku sangat profesional di dalam menjaga seluruh rahasia klien ku."


"Termasuk rahasia mu itu, kau masih tetap bisa menghubungi ku jika kau membutuhkan nya."


James mengatakan hal tersebut sambil berbisik ke telinga Laras.


Ingin rasanya Laras mengatakan banyak hal kepada satu laki - laki yang saat ini berada di depan ke dua matanya, namun semua harus dia tahan jika tidak ingin membuat orang - orang di sekitar curiga terhadap pembicaraan mereka berdua.


"Terserah kau saja James."


James yang mendapatkan perkataan tersebut hanya tersenyum dan langsung pergi dari hadapan Laras.


"Hei sayang, maafkan jika kau lama menunggu ku, aku lihat tadi kau berbicara dengan Mr James?"


Prince tiba - tiba datang dan mengatakan hal tersebut kepada Laras.


"Ah ya mas, Mr James hanya menyapa ku saja dan mengatakan bahwa mas Prince sangat ramah."


Laras yang tidak tau harus berkata apa lagi, kini hanya bisa berbohong kepada Prince.


"Ya sayang kau benar, Mr James juga sangat ramah, kau tau dia termasuk jajaran orang paling kaya di tanah air kita ini."