
Laras terdiam dan mulai memikirkan apa yang telah di katakan oleh salah satu aparat yang saat ini sedang berjaga di tahanan wanita tersebut.
"Baiklah Bu, Laras akan menemui orang tersebut."
Setelah mengatakan hal itu Laras Keluar dari dalam sel dan berjalan menuju ruangan untuk membesuk tahanan, dengan langkah yang gontai.
Dan ke dua matanya terbelalak ketika pada akhirnya Laras mengetahui siapa orang yang datang untuk menjenguknya pagi ini.
"Andre."
Laras mengatakan hal tersebut dengan histeris dan langsung memeluk sahabatnya tersebut.
"Laras, akhirnya kita bertemu lagi."
Andre mengatakan hal tersebut sambil menepuk - nepuk bahu Laras yang masih merangkulnya dengan sangat erat.
"Laras, hei Laras kau menangis?"
Andre mengatakan hal tersebut karena mendengar tangisan Laras yang dengan perlahan.
"Dre, aku tidak tau lagi harus menceritakan kepada siapa semua masalah yang saat ini aku sedang alami."
Laras mengatakan hal tersebut dengan air matanya yang masih mengalir, setiap tetesan air mata seolah - olah menjadi saksi setiap kesedihan yang saat ini sedang dialami oleh Laras.
"Laras ayo kita duduk, dan ceritakan semuanya dengan perlahan."
Andre mengatakan hal itu kepada Laras agar Laras bisa lebih tenang, saat ini Andre tau betul apa yang sedang di hadapi sahabatnya ini.
Laras mengatakan hal tersebut dengan menganggukkan kepalanya, lalu mengikuti langkah kaki Andre untuk mengambil tempat duduk yang nyaman agar mereka bisa berdiskusi di sana.
"Jadi apa yang terjadi sebenarnya Laras, di luar media sosial saat ini sedang memberitakan tentang mu dan juga Prince dengan sangat gencar."
Andre menanyakan hal tersebut dengan tenang kepada Laras yang saat ini menatap Andre dengan sangat tajam.
"Aku tau Dre saat ini pasti media sosial akan memberitakan tentang aku dan Prince, aku tidak pernah menyangka jika Prince begitu berpengaruh di dalam dunia bisnis, sehingga apa yang aku alami cukup menganggu karirnya."
Setelah mengatakan hal tersebut Laras terdiam dan kepalanya tertunduk tidak berani lagi menatap ke arah Andre.
"Baiklah kita tidak perlu membahas pengaruh Prince di dalam dunia bisnis akan kasus ini, karena kasus apapun akan bisa berpengaruh, aku ingin berkonsentrasi dengan mu Laras."
Laras yang pada awalnya tidak berani untuk menatap ke arah Andre, namun dengan perlahan pada akhirnya berani kembali melakukan hal itu.
"Apa yang ingin kau tau tentang ku Dre? saat ini aku tidak bisa berpikir apa - apa lagi."
Laras mengatakan hal tersebut dengan menarik nafasnya dalam - dalam.
"Semua sudah terjadi, dan saat ini aku harus belajar menerima setiap konsekuensi dari apa yang telah aku lakukan."
"Ya aku tau Laras, konsekuensi akan tetap ada pada setiap keputusan demi keputusan atau hal apapun yang ada di dalam kehidupan kita, namun satu hal yang ini aku tanyakan bagaimana awal mula dari semua ini Laras?"
"Kau percaya kepada ku sebagai sahabat mu bukan? jika kau percaya maka kau bisa menceritakan segala sesuatunya tanpa harus ada yang di tutupi lagi, aku akan mendengarkan semua cerita mu Laras."
Andre mengatakan hal tersebut dan sangat berharap Laras bisa terbuka kepadanya, karena bagi Andre Laras termasuk wanita yang sangat tertutup dan hal inilah yang membuat Andre cukup sulit untuk bisa mengkorek apa yang saat ini sebenarnya terjadi.