MY PRINCE

MY PRINCE
KESADARAN PRINCE



Ada apa dengan kepala ku, rasanya sakit sekali."


Dan setelah mengatakan hal tersebut Laras merasakan mual yang tiada taranya.


Dengan cepat Laras pergi ke kamar mandi dan memuntahkan semua makan malam yang telah di telan dengan sempurna.


Cukup lama Laras berada di dalam kamar mandi dan cukup lama pula Laras mengeluarkan semua isi perutnya tersebut secara bersamaan.


"Ada apa dengan ku? kenapa kepala ku sakit sekali, kenapa perut ku mual juga."


Laras mengatakan hal tersebut dengan kembali duduk di sofa.


Seketika Laras terperanjat ketika mengingat sesuatu.


Dengan cepat Laras mencari kalender dan mulai menghitung mundur.


"Aku sudah terlambat haid cukup lama, astaga kenapa aku tidak pernah menyadari akan hal ini?"


Ke dua tangan Laras bergetar hebat saat dirinya melihat kalender dan menghitung masa menstruasinya.


"Ini tidak mungkin, ini tidak mungkin."


Dengan cepat Laras langsung menggelengkan kepalanya saat dirinya mulai membayangkan satu hal yang sebenarnya tidak ingin dia bayangkan.


"Aku tidak mungkin hamil kan, aku tidak mungkin hamil anak mas Prince.*


Tiba - tiba saja Laras mengatakan hal tersebut sambil memegang perutnya.


"Dan ini tidak akan pernah mungkin, dan aku arrrh ya Tuhan."


Seketika itu juga Laras menutup wajahnya dengan ke dua tangannya sendiri.


"Ya Tuhan aku bisa saja hamil, aku pernah melakukan hal itu beberapa kali dengan mas Prince, ya kami pernah melakukan hal itu karena kami juga masih berstatus suami istri yang sah."


Laras mengatakan hal tersebut berulang - ulang.


Laras terus mengatakan hal tersebut di dalam doanya, ya hari ini Laras betul - betul berdoa akan hal ini, Laras tau saat ini posisinya masih berada di dalam pertikaian dan Prince belum tentu bisa menerima kehadiran anak nya.


"Lebih baik aku tidur, dan besok aku cek, lebih baik malam ini aku tenang dulu, besok pagi aku akan cek untuk lebih pastinya, ya malam ini harus tenang dulu."


Laras mengatakan hal tersebut sambil menuju ke tempat tidur dan menarik selimutnya.


Dengan susah payah malam hari ini Laras mencoba untuk memejamkan ke dua matanya.


Dengan susah payah Laras mencoba untuk tidur dan tidak memikirkan apakah dirinya hamil atau tidak.


Hal yang sangat berat untuk Laras lakukan malam ini adalah memejamkan ke dua matanya dan menerima keadaan.


Malam hari yang pada akhirnya berganti dengan pagi.


"Prince apa saja yang akan kau lakukan untuk selanjutnya?"


Pagi ini ibu Saraswati sengaja mendatangi anaknya untuk melihat keadaan sang anak.


"Aku sudah memutuskan hubungan ku dengan Jesika ma."


Ibu Saraswati langsung mengernyitkan dahi karena untuk kali ini dengan berani Prince mengatakan hal tersebut kepadanya.


"Kau sudah yakin dengan sangat dan kau tidak akan berubah lagi bukan?"


Untuk kali ini ibu Saraswati kembali bertanya kepada Prince.


"Ya ma, aku sudah yakin, dan aku tidak akan melanjutkan hubungan ku dengan Jesika."


"Apa yang membuat mu melakukan hal ini Prince?"


Ibu Sarawati mengatakan kembali hal tersebut kepada Prince.


"Karena Prince sudah mulai jatuh cinta dengan Laras ma, sekarang Prince sadar siapa yang harus Prince bahagia kan."