
Kau tau saat aku mengetahui kebenaran yang terjadi, aku tidak mau lagi untuk mengejar mu sampai di sini, ya meskipun aku mengetahui bahwa saat ini kau berada di sini bersama dengan Andre."
"Apakah kau mengetahui jika hati ku semakin terluka saat Andre yang menghubungi ku dan meminta bertemu untuk membicarakan tentang mu, ya dia mengetahui mu lebih banyak dari ku."
Prince terus mengatakan hal itu sambil menutup ke dua tangannya dengan ke dua tangan dan dalam posisi terbaring di atas tempat tidur.
Pagi ini Prince pada akhirnya memilih untuk mencoba untuk tertidur saat dirinya mulai kembali teringat akan Laras, sang istri yang sampai saat ini masih menjadi istri sahnya.
Ya istri sah yang pada akhirnya memilih untuk pergi meninggalkan dirinya tanpa mengatakan alasan yang sebenarnya..
Mimpi buruk bagi Prince di masa lalu adalah saat dirinya bangun dan mendapatkan sebelah tempat tidurnya kosong karena kepergian Laras.
"Pak, sore ini bapak hanya memiliki waktu dua jam untuk bertemu dengan sahabat bapak."
Sore hari setelah Prince terbangun dari keterpaksaan nya untuk tertidur..
Joe sang asisten mengatakan semua jadwalnya dengan baik.
"Ya aku tau Joe, antarkan aku saja di salah satu tempat makan di sini, aku akan bertemu dengan sahabat ku di sana."
"Baik pak mari."
Joe mengatakan hal tersebut sambil kembali membuka pintu mobil untuk membiarkan Prince masuk ke dalam mobil tersebut.
Sepanjang perjalanan Prince melihat bunga sakura yang sedang berguguran, dan hal tersebut membuatnya semakin merindukan sosok Laras istrinya, ya istri yang pernah dia sia - sia kan di masa lalu.
"Silahkan pak."
Dan pada akhirnya Joe kembali membukakan pintu mobil dan membiarkan Prince keluar dari dalam mobil untuk masuk ke dalam salah satu resto terkenal di Tokyo.
Dari kejauhan Prince sudah melihat satu laki - laki duduk dengan tenang sambil sedikit berbincang dengan salah satu pelayan di resto tersebut.
"Dre."
Dengan pelan Prince memanggil Andre yang masih berbincang dengan pelayan.
"Prince."
Ke dua mata Andre menatap girang saat dirinya melihat sahabat baiknya kini telah berdiri di hadapannya.
"Apa kabar mu Prince, ayo duduklah."
Andre mengatakan hal tersebut sambil memeluk Prince dan menepuk bahunya.
"Terima kasih Dre."
"Aku sudah memesankan makan malam untuk mu, ini adalah restoran yang paling terkenal di Tokyo."
"Dre apakah kita bisa langsung pada pembahasan kita hari ini ? aku yakin ada hal penting yang ingin kau bicarakan sampai - sampai kau menghubungi ku dan meminta aku untuk segera datang kemari, untungnya saat ini aku sedang ada pekerjaan di negara ini, jadi bisa sangat cepat memenuhi panggilan mu."
Andre yang mendengarkan apa yang di lontarkan oleh Prince kini kembali terdiam, ya terdiam dan menatap tajam ke arah Prince dengan mata Elangnya.
"Ya kau benar Prince, ada beberapa hal penting yang akan aku bicarakan kepada mu malam ini."
"Tentang apa Dre?"
"Tentang istri mu Laras."
Dan seketika itu juga Prince langsung tersenyum sinis di depan Andre.
"Aku kira sepenting apa Dre, aku kira ada apa."