
Flashback on
Mendengar itu valerie langsung membuka pintu nya, melihat mama nya yang menangis, papa nya yang menatap dengan penuh amarah pada mama nya, dan seorang wanita yang kelihatannya belum terlalu tua.
" Ma, pa " ucap valerie yang sudah meneteskan airmata nya.
" Ve sayang ini ngak seperti yang kamu liat sayang " ucap mama nya memegang kedua pipi valerie
valerie melepaskan tangan mama nya dan berlari menuju mobil nya, melihat valerie lari kearah mobil nya, vincent mengikuti nya.
" tenang yah tante, biar saya yang mengikuti dia " ucap vincent
" tolong yah liatin ve " ucap helena
" iyah tante, kalau begitu saya pamit " ucap vincent mencium punggung tangan helena
Vincent segera melajukan mobilnya mengikuti mobil valerie, saat mobil valerie berhenti di pantai yang tidak ada satu orng pun, vincent pun berhenti dan memarkir kan mobil nya dia samping mobil milik valerie.
" Valerie " panggil vincent
" apa om, kenapa om mengikuti ku " teriak valerie
" kamu tidak apa-apa " tanya vincent
" jiak saya kenapa- napa apa peduli om " teriak valerie yang masih mengeluarkan air mata nya.
Tanpa aba-aba vincent pun memeluk valerie, valerie yang merasa nyaman dipeluk vincent pun lebih menangis.
" menangis lah ve, jika itu bisa membuat mu tenang " ucap vincent
cukup lama valerie menangis dipelukan vincent, kemudian valerie melepas kan pelukannya.
" Apa kamu sudah merasa membaik " tanya vincent, yang hanya dibalas anggukan oleh valerie.
" ayo " ucap vincent menarik tangan valerie
" kemana om " tanya valerie
" mau nunjukin kamu sesuatu " ucap vincent
" tunggu saya telfkn pak zetno "
tit...tit...tit
pak zetno. : selamat siang pak
vincent : tolong bapak kepantai *** ambil mobil valerie saya akan pergi hanya menggunakan satu mobil
pak zetno : baiklah pak, apa ada lagi??
vincent berbalik melihat valerie yang sudah berhenti menangis, tapi masih meninggkan jejas kristal di pipinya.
" Udah jangan nangis lagi yah " ucap vincent membersihkan sisah butir kristal di pipi valerie.
Deg
Deg
Deg
ada apa dengan jantung gue, kenapa jantung gue sering berdetak tidak normal gini sih. valerie.
tak lama pak zetno datang.
" selamat siang pak " ucap pak zeno
" Pak ini mobilnya bawa ke rumah yah pak " ucap vincent.
" ayo ve " tambah vincent menarik tangan valerie ke mobil nya.
selamat perjalan hanya terdengar mesin mobil, dan daun-daun yang ditiup angin, valerie yang hanya melihat ke arah luar jalan, dan vincent yang fokus membawa mobil sesekali melihat ke arah valerie.
***
" Ayo ve turun kita sudah sampai " ucap vincent, valerie yang mendengar itu segera turun dari mobil.
" wah...bagus nya om " valerie yang merasa senang segera berlari kearah pantai, vincent yang melihat itu hanya bisa tersenyum, mengambil sesuatu dimobil nya, dan mengikuti valerie.
Pantai yang begitu bersih dan indah telihat beberapa, terlihat satu speet boat yang hanya muat untuk dua orang, satu villa terbuat dari papan tapi terlihat mewah, dan ayunan putih yang ada ditengah pantai.
" Bagus ?? " tanya vincent
" Iyah om, kok aku baru tau disini ada pantai seindah ini " tanya valerie yang tak melepaskan pandangan nya dari indah nya pantai itu.
" ini tu pantai milik saya, jadi hanya saya yang bisa masuk kesini " ujar vincent, valerie pun mengalihkan pandangan ke arah vincent.
" Makasih om, makasih telah membuat rasa sedih ku menghilang " ucap valerie memelul vincent ,vincent pun membalas pelukan valerie dan tersenyum.
" eh sini aku pakein ini dulu, nanti kulit kamu kusam lagi " ucap vincent, melepaskan pelukannya
" oh iyah, aku hampir lupa om nanti hilang lagi kecantika aku " ucap valerie
" dasar, ciee yang udah pake aku kamu " ucap vincent menggosokkan sunblock
" he...he ngak papa kan om " ucap valerie malu-malu.