MY PRINCE

MY PRINCE
BAWA AKU PERGI



Andre yang hendak menghampiri Prince langsung mengurungkan niatnya.


"Kenapa dia cepat sekali sadar sus?"


Kali ini untuk pertama kalinya Andre menanyakan satu pertanyaan bodoh kepada seorang perawat.


"Lebih baik dokter Andre segera menuju ruang rawat mbak Laras dok.*


Sadar akan pertanyaan Andre yang bodoh sang perawat pada akhirnya hanya meminta Andre untuk segera masuk ke ruang rawat tersebut


"Ya kau benar sus."


Dan setelah mengatakan semua hal tersebut Andre dan sang perawat berjalan menuju ruang rawat untuk melihat keadaan Laras.


"Andre."


Begitu Andre masuk ke dalam ruang rawat Andre mendengarkan Laras memanggil dirinya dengan sebutan yang lirih.


"Laras bagaimana keadaan mu? apakah kau baik - baik saja?"


Andre langsung mengatakan hal tersebut dan mendekatkan diri ke arah Laras.


"Dre bawa aku pergi dari kota ini."


Deg


Sungguh saat ini Andre mendengarkan satu perkataan yang sangat sejak lama ingin dia dengar.


Namun melihat keadaan Laras yang menangis sambil mengucapkan hal ini membuatnya sungguh sangat tidak tega.


"Laras tadi aku sudah menghubungi Prince namun dia belum bisa aku hubungi maafkan aku."


Dengan cepat Laras langsung menggelengkan kepalanya.


"Dre bagaimana dengan anak ku?"


Deg


Pertanyaan ini yang sebenarnya sudah tidak ingin di jawab oleh Andre.


"Dre kenapa kau diam saja? bagaimana keadaan anak ku?"


"Dre, apakah dia..."


Laras yang sudah tidak mampu mengucapkan kata - kata lagi, kini hanya bisa menangis dan terus menangis


"Apakah dia pergi Dre?"


Dan pada akhirnya Andre hanya bisa menganggukkan kepalanya.


"Dre, aku salah apa ? sebenarnya aku salah apa? mengapa semuanya seperti tidak adil di dalam kehidupan ku?"


Laras mengatakan hal tersebut dengan menangis menjadi - jadi.


"Ada apa Laras? apa yang sebenarnya terjadi?"


Andre berusaha untuk menenangkan Laras, seharusnya Andre senang dengan keadaan Laras yang kembali tidak baik dengan Prince, namun entah mengapa hari ini Andre bisa tidak tega dengan semua hal yang saat ini Laras hadapi.


"Dre, aku belum bisa mengatakan banyak hal kepada mu, namun aku mohon bawa aku pergi dari sini, aku mohon."


Laras terus memohon hal tersebut kepada Andre yang sampai saat ini tidak mengetahui apa yang sebenarnya terjadi.


"Laras aku tidak mungkin bisa membawa mu pergi dari sini malam ini juga, kau masih dalam perawatan, kita coba besok yah, jika dokter kandungan mengizinkan mu pergi maka aku akan langsung membawa mu."


"Apakah kata - kata mu bisa aku pegang Dre?"


Deg


Untuk pertama kalinya Laras mengatakan hal tersebut kepada Andre.


"Ya Laras semua kata - kata yang aku ucapkan tadi bisa kau pegang."


"Sekarang kau harus beristirahat, agar besok kau bisa lebih baik, jika keadaan mu sehat maka dokter akan mengizinkan mu untuk pulang, namun jika tidak aku juga tidak bisa menolong mu Laras, jadi untuk itu kau harus mau berkerjasama dengan mu apakah kau bisa?"


Dengan cepat Laras langsung menganggukkan kepalanya.


"Iya Dre aku mau, yang terpenting kau bawa aku pergi dari tempat ini, dari kota ini, dan dari semua hal yang ada saat ini."


"Baiklah, saat ini kau harus lebih tenang dulu, tenang yah."


Dan seketika itu juga Laras mencoba untuk tetap tenang agar besok bisa pergi.