MY PRINCE

MY PRINCE
MALAM INI



Ada sayang masalah pekerjaan, semua orang saat ini sedang menyalahkan aku, kau pasti sudah mengetahui semua kabar itu dari media bukan?."


"Ya mas hanya sekilas, karena tiba - tiba saja semuanya hilang."


"Ya sayang aku telah menarik semua berita itu tadi siang."


Prince mengatakan hal tersebut sambil masih memeluk Laras yang sejak tadi pada akhirnya memilih untuk tetap diam.


"Mas, semua yang saat ini mas lalui pasti akan mendapatkan jalan keluarnya, Laras yakin."


Laras mengatakan hal tersebut sambil memejamkan ke dua matanya, saat ini rasanya dia ingin mengatakan siapa dalang dibalik semua hal yang sudah terjadi, namun lidahnya terlalu Kelu untuk mengatakan semua hal itu kepada Prince.


"Sayang, terima kasih rasanya nyaman sekali memeluk mu seperti ini, seandainya aku bisa terus melakukan hal ini sampai besok hari, aku akan tetap melakukan hal ini sayang."


Prince kembali mengatakan hal tersebut sambil terus menciumi pundak Laras dan terus memeluknya.


"Mas, ayo masuk di sini ternyata dingin."


Laras pada mengajak Prince untuk masuk kembali ke dalam kamar.


"Mas, malam hari ini aku akan memberikan apapun yang kau minta untuk mengurangi kesedihan mu ini."


"Sungguh?


"


Dengan cepat Laras langsung menganggukkan kepalanya.


"Ya mas, aku memang tidak bisa membantu mu di kantor, namun setidaknya aku bisa membuat mu tenang jika kau kembali ke rumah."


Laras mengatakan hal tersebut dengan mengusap dahi Prince dan sungguh tangannya yang saat ini sedang menyentuh Prince membuat Prince bisa merasakan getarkan cinta yang sangat hebat


Laras yang sebenarnya sudah mengetahui apa yang ada di dalam pikiran Prince kini hanya tersenyum..


"Iya mas, malam ini aku yang akan melakukan hal itu untuk mu, aku tau saat ini kondisi hati mu sedang tidak baik, dan jika itu adalah salah satu obat untuk bisa menenangkan mu, maka aku akan melakukan hal itu untuk mu."


Laras kini mengatakan hal tersebut dengan merangkul kan ke dua tangan ke atas bahu Prince.


"Tutup ke dua mata mu mas."


"Baiklah."


Dan seketika itu juga Prince langsung menutup ke dua matanya, saat ini Laras menatap wajah tampan suaminya, ya wajah tampan yang beberapa tahun yang lalu sangat dia benci.


Wajah tampan yang di saat awal - awal pernikahannya selalu melontarkan kata - kata kasar yang tidak dapat di ditoleransi.


Kini wajah tampan tersebut berubah menjadi wajah yang sangat baik dan sangat mencintai Istrinya


Laras menarik nafas panjang untuk bersiap melayani suaminya.


Laras kau pasti bisa ya kau pasti bisa melakukan hal ini.


Laras mengatakan hal tersebut di dalam hati, lalu mulai mencium lembut bibir Prince untuk pertama kalinya Laras melakukan hal agresif yang sebelumnya tidak pernah dia lakukan.


Dengan cekatan Laras menyentuh area demi area sensitif dari Prince dan seketika itu juga Prince langsung terbawa oleh permainan.


Dengan cepat Prince mengikuti semua permainan panas yang malam hari ini diciptakan oleh Laras.


Ya hasrat Prince malam hari ini naik dengan begitu cepat, setiap permasalahan yang dia alami dia bawa ke dalam hasrat yang pada akhirnya tersalurkan dengan baik.


Malam hangat yang terjadi kembali dengan penuh kebahagiaan dari sisi Prince atas setiap hal yang telah dilakukan oleh sang istri.