MY PRINCE

MY PRINCE
AKU MOHON BI



Pergilah, jika kau tidak pergi sekarang dari hadapan ku, jangan salahkan aku jika kau tiba - tiba saja mengalami luka - luka akibat perbuatan ku."


Laras yang mendengarkan hal itu langsung mengambil tasnya dan membuka pintu ruangan


"Sampai bertemu lagi James."


Beberapa kata yang pada akhirnya di katakan oleh Laras


Ya pada hari ini Laras dengan berani menolak setiap hal yang di tawarkan oleh James, meskipun saat ini tidak tau konsekuensi apa yang akan dia terima dengan penolakan yang sudah dia berikan ini.


"Mas Prince meskipun sampai saat ini aku masih belum sepenuhnya bisa menerima mu kembali ke hati ku, meskipun saat ini kau belum berkata dengan jujur dengan setiap hal yang berhubungan dengan ibu kandung mu, kau masih menutupi semuanya dengan baik."


"Aku tidak akan pernah bekerjasama dengan orang lain untuk menyakiti mu mas, cara itu bukan cara yang baik untuk dilakukan."


Di dalam perjalanan menggunakan taxi online Laras mengatakan hal itu dengan bergumam.


Saat ini dirinya sedang tidak ingin menambah luka hati lagi, saat ini dirinya sedang tidak ingin untuk menambah musuh di dalam kehidupan lagi.


"Sebentar lagi sore, aku harus secepatnya sampai lagi di rumah sebelum mas Prince sampai, jika tidak maka dia akan mencurigakan aku mengapa aku lebih memilih untuk pergi dengan angkutan umum daripada dengan mobil pribadi."


Laras kembali mengatakan hal tersebut dengan melihat jam tangan yang saat ini waktu menunjukkan sebentar lagi Prince akan kembali ke rumah.


"Pak lebih cepat lagi ya."


Laras pada akhirnya memberikan instruksi kepada pengemudi taxi online untuk lebih mempercepat lagi kendaraannya agar segera sampai di rumah.


Tak butuh waktu lama pada akhirnya Laras masuk kembali ke dalam rumah dengan nafasnya yang masih tersengal.


"Akhirnya aku tiba lebih dulu."


Dari balik pintu keluar Laras mengatakan hal itu dengan perlahan.


"Aku tidak akan sanggup untuk membayangkan jika mas Prince tiba lebih dulu dan banyak bertanya kepada ku, sungguh aku tidak tau apa yang akan kau jelaskan, karena tidak mungkin aku mengatakan bahwa aku telah bertemu dengan James."


"Mbak Laras sudah pulang?"


Deg


Suara bi Ijah membuat lamunan Laras terhenti.


"Ah iya bi, mas Prince belum pulang kan bi?"


"Belum mbak Laras, sebentar lagi mas Prince akan tiba di rumah."


"Bi, boleh aku memohon sesuatu kepada mu?"


Bi Ijah langsung mengernyitkan dahi ketika mendengarkan permintaan dari Laras.


"Ada apa mbak Laras?"


"Aku mohon untuk bibi tidak mengatakan bahwa tadi aku keluar dari rumah dengan angkutan umum kepada Prince."


Kini tatapan mata Laras sangat memohon kepada bi Ijah.


"Ada apa mbak Laras sebenarnya? apakah sedang ada masalah yang bibi belum tau?"


Dengan cepat Laras langsung menggelengkan kepalanya.


"Tidak ada bi, sama sekali tidak ada, tadi aku hanya keluar sebentar mencari angin, aku sedang jenuh sekali di dalam rumah, jadi untuk itu aku keluar dan sedang tidak ingin menggunakan mobil pribadi."


Bi Ijah kini hanya bisa menatap tajam ke arah Laras, saat ini bi Ijah sedang melihat apakah ada kebohongan dari setiap kata - kata yang telah disampaikan oleh Laras .


"Baiklah mbak Laras, bibi tidak akan mengatakan hal apapun kepada mas Prince."