MY PRINCE

MY PRINCE
RAHASIA



Ya Laras semua kata - kata yang aku ucapkan tadi bisa kau pegang."


"Sekarang kau harus beristirahat, agar besok kau bisa lebih baik, jika keadaan mu sehat maka dokter akan mengizinkan mu untuk pulang, namun jika tidak aku juga tidak bisa menolong mu Laras, jadi untuk itu kau harus mau berkerjasama dengan mu apakah kau bisa?"


Dengan cepat Laras langsung menganggukkan kepalanya.


"Iya Dre aku mau, yang terpenting kau bawa aku pergi dari tempat ini, dari kota ini, dan dari semua hal yang ada saat ini."


"Baiklah, saat ini kau harus lebih tenang dulu, tenang yah."


Dan seketika itu juga Laras mencoba untuk tetap tenang agar besok bisa pergi.


Sementara itu di kediaman rumah Prince ibu Saraswati saat ini sedang sibuk meminta para asisten rumah tangga membersihkan kamar Prince.


"Bagaimana apakah semua sudah bersih?"


"Sudah nyonya."


"Yakin tidak ada noda darah apapun di dalam kamar ini?"


"Yakin nyonya."


"Bagus, sekarang kalian boleh pergi."


Dan setelah mengatakan hal tersebut satu per satu para asisten rumah tangga tersebut meninggalkan kamar Prince.


"Maafkan mama Prince, maafkan mama yang tidak mengatakan kepada mu jika Laras mengalami pendarahan, mama hanya tidak ingin kau jatuh cinta pada wanita yang salah, mama ingin kau bahagia dengan wanita yang mama pilihkan dan itu pastinya bukan Laras."


Dengan tegas ibu Saraswati mengatakan hal tersebut.


Tiba - tiba saja ibu Saraswati menerima panggilan dari ponselnya dan berbicara cukup panjang di dalam ponsel tersebut.


"Bawa dia pergi jauh dari sini ya bawa saja dengan sangat jauh."


Di akhir panggilannya hal tersebut yang dikatakan oleh ibu Saraswati.


"Dan dia telah kehilangan janinnya wanita itu akan semakin tidak berfungsi lagi di tempat ini, lebih baik kau pergi Laras, mungkin Prince akan terluka, namun luka yang dia tanggung tidak akan lama."


Ibu Saraswati dengan yakin mengatakan hal tersebut dan setelah mengatakan hal tersebut Ibu Saraswati mengambil kertas dan menuliskan beberapa hal di dalam surat tersebut.


"Esok hari saat kau kembali akan melihat semuanya baik - baik saja dan kau tidak akan pernah tau jika Laras sudah tidak memiliki anaknya lagi Prince."


Setelah mengatakan hal tersebut Ibu Saraswati menutup pintu kamar dan berjalan keluar dari rumah Prince seperti tidak ada beban apapun.


Namun ada sepasang mata yang sejak tadi melihat kejahatan demi kejahatan yahh telah di lakukan oleh ibu Saraswati.


"Mbak Laras, mas Prince maafkan bi Ijah yang tidak bisa mengatakan semua kebenaran ini, bi Ijah terlalu takut untuk semua hal yang sudah bi Ijah lihat mbak Laras, mas Prince."


Bi Ijah mengatakan hal tersebut dengan air matanya yang terus berlinang, ya air mata yang saat ini sedang melihat kebenaran yang tidak dapat di katakan oleh apapun juga.


Kebenaran yang seakan - akan di bungkus dan di bungkam oleh banyak hal, sesuatu hal yang tidak pernah memungkinkan untuk melakukan hal itu.


"Mbak Laras, mas Prince mungkin bi Ijah tidak berani mengatakan semuanya, namun mbak Percaya Tuhan melihat semuanya, bi Ijah akan berdoa untuk hal ini."


Dan setelah mengatakan hal tersebut Bi Ijah memilih untuk meninggalkan apa yang telah dia lihat dan kembali ke dapur seperti sedang tidak melihat apapun .