
Arrrh apa yang harus aku lakukan sekarang membayangkan menyentuh tubuhnya saja aku tidak sanggup, apalagi ini harus melakukan hubungan badan dengannya, wanita siapa yang bisa aku bayangkan agar aku bisa melakukan hal itu dengan wanita kampung, sungguh aku jijik, sungguh jijik."
Prince mengatakan hal tersebut sambil bergidik, karena mau tidak mau dia tetap harus menyentuh Larasati untuk mendapatkan keturunan.
Pilihan yang cukup sulit di hari itu bagi Prince, bagaimana dia harus melakukan sesuatu hal yang tidak dia suka, dan bagi Prince ini sungguh tidak adil.
Hati Prince terus mengatakan hal tersebut ketika dirinya di paksa oleh sang ibunda melakukan sesuatu hal yang tidak dia kehendaki.
"Lepaskan aku ibu Saraswati."
Tiba - tiba saja terdengar suara teriakkan Jesika dari ruang tamu.
"Mama, astaga apa yang akan mama lakukan kepada Jesika?"
Prince yang mendengarkan hal tersebut langsung beranjak dari tempat duduknya dan menghampiri arah suara tersebut berlangsung.
"Ma, apa - apaan ini? apa yang akan mama lakukan terhadap Jesika?"
Prince yang telah sampai diruang tamu sangat kaget melihat ibu Saraswati melemparkan tas - tas Jesika ke lantai dan melihat Jesika berada di tangan pengawal..
"Prince tidak boleh ada wanita di rumah ini yang akan mengurusi mu selain Laras, dan ibu meminta wanita ini untuk pergi, namun sejak tadi dia sama sekali tidak mengangkat kaki dari rumah ini, oleh sebab itu mama meminta para pengawal untuk mengusirnya.
"Prince tolong aku, ibu mu sungguh tega melakukan hal ini kepada ku."
Jesika mengatakan hal tersebut sambil berlari memeluk Prince.
"Prince, apakah kau mendengarkan aku?"
Jesika yang melihat Prince hanya terdiam tanpa kata dan tidak membalas pelukan Jesika kembali mengatakan hal tersebut.
"Anak ku tidak mau lagi tinggal dengan wanita seperti mu, ingat dia sudah memiliki istri sah dan saat ini yang berhak memutuskan kau berada di rumah ini atau harus pergi adalah Larasati"
Deg
"Laras silahkan nak, mama akan menghormati keputusan mu."
Dan seketika itu juga ke dua mata Jesika memandang tajam ke arah Jesika, sungguh saat ini Laras sangat bingung apa yang harus dia lakukan, namun karena semua mata kini tertuju kepadanya mau tidak mau dirinya harus tetap mengambil keputusan."
"Bu untuk hal ini akan Laras serahkan kepada mas Prince, karena ma Prince adalah kepala keluarga di dalam rumah ini."
Larasati mengatakan hal tersebut sambil menatap ke arah Prince yang sejak tadi juga memberikan pandangan yang tajam kepadanya.
"Mas Prince silahkan berikan keputusan."
Laras kembali mengatakan hal tersebut masih dengan pandangan matanya yang tajam ke arah Prince.
"Jesika, lebih baik kau pergi dari rumah ini!"
Deg
Jesika yang sejak tadi masih memeluk erat Prince langsung melepaskan pelukannya tersebut.
"Prince, kau tidak mungkin melakukan hal ini kan? pasti kau sedang dipaksa wanita itu untuk melakukan hal ini, jawab Prince!"
Jesika mengatakan hal tersebut sambil mengguncang badan Prince.
"Wanita itu punya nama, dan jika dia mengusir mu dia pun memiliki hak atas itu karena dia adalah istri sah dari Prince, dasar wanita yang tidak tau malu."
Ibu Saraswati mengatakan hal tersebut kepada Jesika yang saat ini masih belum percaya dengan keputusan yang telah diambil oleh Prince.