MY PRINCE

MY PRINCE
OBAT TERLARANG



Angel sayang, bibi sangat merindukanmu."


Laras mengatakan hal tersebut sambil menggendong gadis kecil yang sudah di anggap olehnya sebagai anak sendiri.


"Laras, bagaimana keadaan mu hari ini? ini ada jahe hangat kesukaan mu."


Lidia mengatakan hal tersebut sambil memberikan botol minum berisikan jahe hangat kesukaan Laras.


"Aku baik - baik saja Lidia, dan terima kasih, kau selalu mengetahui apa yang saat ini sedang aku butuhkan."


Laras menerima botol minum tersebut dengan senyum yang saat ini sangat di paksakan.


"Andre sudah menceritakan semuanya kepada ku Laras, Prince dan Andre bertemu dan mereka membahas tentang mu."


"Aku tau Lidia, karena tidak mungkin Prince bisa dengan gampang menemukan aku tanpa Andre yang mengatakan keberadaan ku secara langsung."


"Apakah kau akan ikut kembali dengan Prince ke Indonesia?"


Dan dengan tegas Laras langsung menggelengkan kepalanya.


"Tidak Lidia, aku akan tetap berada di negara ini dan tidak akan pernah untuk ikut kembali ke Indonesia bersama dengan laki -laki itu dan ini sudah merupakan keputusan ku.*


Kini Lidia hanya terdiam dengan semua hal telah di ucapkan oleh Laras, ingin rasanya Lidia mengatakan banyak hal kepada Laras, namun saat ini Lidia pada akhirnya memilih untuk diam.


"Baiklah jika memang itu sudah merupakan keputusan mu Laras, aku dan Andre akan tetap menghargai keputusan mu ini."


"Terima kasih Lidia."


"Angel ayo sayang, kita harus kembali ke rumah."


Lidia mengatakan hal tersebut dengan Angel yang saat ini sedang asyik bermain boneka di kamar Laras.


"Iya mama."


"Hati - hati Lidia."


Lidia tersenyum dan langsung berjalan keluar dari apartemen Laras.


"Aku tau, kau pasti tidak akan sependapat dengan ku Lidia, kau yang selalu mengatakan bahwa setiap manusia berhak untuk mendapatkan kesempatan kedua, namun aku belum mau untuk memberikan kesempatan demi kesempatan itu."


Dan setelah itu Laras masuk kembali ke dalam apartemennya dengan tergesa-gesa.


Dengan cepat Laras berlari ke arah kamar dan mengambil satu kotak barang berharga yang akhir - akhir ini menjadi temannya di kala dia sendiri.


Dengan cepat Laras menyuntikkan satu obat terlarang ke dalam lengannya, dan dengan cepat Laras menjadi sangat tenang.


"Kau tau mas, ini semua adalah ulah mu, semua yang terjadi dengan ku saat ini adalah ulah mu."


Laras mengatakan hal tersebut dengan semua badannya yang saat ini sudah mulai melayang akibat efek dari obat terlarang tersebut.


Satu hal yang selalu dia sembunyikan dari banyak orang, satu hal yang sampai saat ini masih dia sembunyikan dari orang - orang terdekatnya.


Karena para sahabatnya akan sangat marah dengan satu hal yang saat ini sering dia lakukan secara diam - diam.


"Siang nanti aku harus bekerja, jadi pagi ini aku akan tidur, ya tidur sebentar untuk kembali melupakan semua hal yang tidak pernah aku lupakan."


"Semakin aku berusaha untuk melupakan semakin hal tersebut teringat dengan sangat kuat."


Laras mengatakan hal tersebut dengan perlahan dan pada akhirnya menutup ke dua matanya.


Mencoba untuk menghilangkan semua rasa sakit dengan hal yang saat ini terus Laras lakukan pasti akan membuatnya lebih menderita.


Sementara itu di salah satu kedai kopi nampak Prince dan Andre yang pagi ini kembali bertemu.