
Kau tau rasanya saat itu tubuh ini sudah tidak menjadi berharga lagi, aku seperti sampah yang siap dibuang kapanpun mereka mau untuk melakukan hal ini."
Tangisan Laras kembali histeris ketika dirinya menceritakan saat dimana hampir setiap malam dia harus rela tidur dengan banyak laki - laki agar bisa mendapatkan bareng haram tersebut secara gratis, ya dan di saat itulah tubuhnya sudah sangat tidak berharga lagi dihadapannya sendiri.
"Dan di saat yang bersamaan tiba - tiba Prince datang ke Jepang dan menawarkan banyak hal yang di masa lalu sangat aku butuhkan."
"Saat itu sebenarnya dengan tegas aku menolak ajakan Prince untuk kembali ke Indonesia karena dari cerita di atas bisa kau simpulkan sendiri bukan mengapa aku menolak semua ajakan Prince?"
Andre yang kini bisa mengerti menganggukkan kepalanya dengan pelan.
"Maafkan aku Laras, di saat itu aku sama sekali tidak mengetahui bahwa kau sedang ada di masa - masa seperti ini.x
Dengan cepat Laras langsung menggelengkan kepalanya.
"Semua bukan salah mu Dre, aku yang salah, ya aku adalah orang yang paling patut untuk disalahkan."
"Saat itu dengan setengah mati aku menolak untuk di ajak Prince kembali, aku bahkan bersedia untuk bercerai dengannya, karena bagiku Prince layak untuk mendapatkan wanita lebih baik dari ku, saat aku mengatakan hal tersebut kepada Prince, dia tidak bisa menerimanya, ya karena aku tidak menceritakan keadaan ku yang sebenarnya."
"Jika di waktu itu aku menceritakan semuanya dengan baik, pasti Prince seakan setuju dengan perceraian dan dengan cepat mau melakukan hal itu."
Rasa sesak kembali menyeruak kedalam hati Laras, saat dirinya mulai mengatakan hal itu lagi.
"Namun ternyata Prince adalah laki -laki dengan sejuta macam cara untuk bisa mendapatkan kembali apa yang dia inginkan termasuk mendapatkan aku kembali, di saat itu yang ada di dalam pikiran Prince hanya cinta dan cinta."
Andre hanya bisa menggelengkan kepalanya saat Laras mengatakan bagian ini.
"Ya Laras aku juga baru mengetahui semua ini ketika Lidia mengatakan hal itu kepada ku, jika Prince menceritakan hal ini, dengan tegas aku akan melarangnya."
Laras hanya tersenyum sinis mendengarkan jawaban dari Andre.
"Ya Dre namun bukan Prince jika dirinya tidak bisa menemukan cara - cara spesial seperti ini."
"Kau tau saat pertama kali aku sadar dan aku melihat dinding kamar Prince, di saat itulah aku tersadar jika Prince telah melakukan curang kepada ku."
"Dan di saat yang sama aku sudah tidak bisa melakukan apa - apa lagi, ya karena saat itu tiba - tiba saja aku sudah berada di Indonesia, dan di dalam kamar pribadi dari Prince."
"Ada satu hal yang ingin aku tanyakan kepada mu Laras, namun kau memiliki kebebasan untuk bisa menjawabnya atau tidak."
"Katakan saja Dre."
"Saat Prince membawa mu ke Indonesia apakah dia tidak menemukan obat - obat terlarang di dalam apartemen mu? dia pasti membersihkan barang - barang pribadi mu juga kan?"
Dan sekali lagi kali ini Laras tersenyum sinis.
"Di Jepang aku tidak pernah melebihi obat yang telah aku beli Dre, semua untuk sekali pakai, dan setelah itu aku langsung membuang perlengkapan obat - obat terlarang tersebut dengan baik."