
Deg
Hati Laras kembali bergetar hebat saat nama itu kembali di sebutkan.
" Entahlah Lidia, aku masih belum tau apa yang harus aku lakukan berikutnya, sampai saat ini aku masih belum yakin apakah aku harus kembali atau tidak, hati ini ingin kembali tapi tidak dengan raga ku."
Laras mengatakan semua hal tersebut kepada Lidia, sahabat yang akhir - akhir ini sering selalu menemani dirinya.
"Aku mengerti jika hal itu terasa berat untuk mu, karena aku juga pernah mengalami hal yang sama, hal yang sama, saat aku terluka oleh Andre, saat itu rasanya hati ini sangat sakit ketika mendengarkan namanya disebut, menjadi sangat sakit ketika semua itu mulai di ingat namun satu hal yang pasti, kita tidak akan pernah bisa membuang kenangan, karena kenangan itu ada untuk kita bisa menyelesaikan sesuatu hal yang memang belum selesai di masa lalu."
Lidia untuk pertama kalinya mengatakan semua hal itu kepada Laras.
"Terima kasih Lidia namun sepertinya aku masih membutuhkan waktu."
"Ya semuanya tergantung pada mu Laras namun satu yang pasti, jika kau seperti ini terus maka masalah mu tidak akan pernah selesai, kau hanya akan menunda dan menunda setiap hal yang seharusnya bisa dengan di selesaikan dengan cepat."
"Aku mengatakan hal ini karena aku peduli kepada mu Laras, aku dan Andre sangat mempedulikan mu, dan kami berharap kau bisa menyelesaikan tepat waktu."
Lidia mengatakan hal tersebut sambil tersenyum.
" Iya terima kasih Lidia."
"Hei apa yang telah kalian bicarakan? kenapa aku tidak kalian libatkan?"
Andre yang tiba - tiba datang langsung mengatakan hal tersebut dan tersenyum.
"Hei sayang, apakah praktek mu sudah selesai?"
Lidia mengatakan hal tersebut sambil mencium mesra suaminya.
Ya Lidia dan Andre pada akhirnya menikah di Jepang dan hidup bahagia disana
Laras lah yang menjadi saksi kebahagiaan mereka berdua.
"Aku sudah tidak ada pasien sayang, itu sebabnya aku bisa pulang lebih cepat."
"Ah seperti itu, baguslah jika memang seperti itu."
"Kau tidak perlu tau Dre ini urusan wanita."
Dengan tegas Lidia mengatakan semua hal tersebut kepada Andre.
"Ah baiklah jika seperti itu maka aku akan menutup telinga ku dengan rapat -rapat."
Dan seketika semuanya langsung tertawa dengan apa yang telah di katakan oleh Andre.
"Ayo kita pulang Dre, udara semakin dingin"
"Ya kau benar, ayo Laras kau juga harus pulang, esok hari kau harus kembali bekerja bukan?"
"Ya Lidia kau benar ayo kita pulang "
Dan setelah itu mereka semua meninggalkan danau tempat mereka berkumpul.
Sementara itu di Indonesia, saat ini ada satu laki - laki tampan dengan memberikan pengarahan serius kepada beberapa karyawan nya.
"Kalian adalah karyawan yang bodoh yang pernah aku kenal, dasar bodoh! dan kalian bodoh!"
Sungguh saat itu terdengar suara yang sangat kencang dari laki - laki tersebut.
"Jika sampai seperti ini terus perusahaan akan rugi!"
"Tapi pak Prince meskipun tidak mencapai target namun penjualan tidak mengalami kerugian yang luar biasa bukan!"
Deg
Ke dua mata Prince langsung menyala dengan merah ketika mendengarkan salah satu karyawan berani melawan nya.
"Hari ini, ya hari ini kau di pecat, kau di pecat saat ini juga!"
Deg semua karyawan kini langsung terdiam.