MY PRINCE

MY PRINCE
KABAR PENTING



Mas, mandilah, aku lapar ayo kita sarapan."


"Ya sayang apakah kau tidak mau untuk ikut mandi bersama dengan ku lagi?"


Dengan cepat Laras langsung menggelengkan kepalanya.


"Tidak mas, tidak."


Dengan cepat Laras langsung menggeleng kepalanya.


"Baiklah, jika memang kau tidak mau ikut, aku akan tetap menciumi mu."


Dan setelah mengatakan hal tersebut Prince kembali menerkam Laras dan memberikan sentuhan demi sentuhan mautnya kembali.


Sekali lagi Laras di buat tidak berdaya dengan apa yang telah dilakukan oleh nya, penyatuan yang dilakukan Prince pagi ini jauh lebih dahsyat daripada semalam.


"Mas, ayo mas, nanti mas terlambat sampai ke kantor."


Laras yang ingin sekali mengakhiri semua drama percintaannya pagi ini kembali membujuk Prince untuk segera bersiap - siap.


"Baiklah sayang suami akan patuh dengan setiap perkataan dari sang istri."


Setelah mengatakan hal tersebut Prince pada akhirnya bangkit dari tempat tidurnya dan langsung berjalan masuk ke dalam kamar mandi.


"Mas Prince, rupanya kau telah mengetahui kelemahan ku, itu sebabnya aku tidak akan bisa menolak lagi jika kau ingin mengajak ku."


Laras mengatakan hal tersebut sambil menggelengkan kepalanya, pagi hari pada akhirnya Laras sadar jika dia memiliki kelemahan di atas ranjang dan kelemahannya tersebut di gunakan Prince untuk memberikan sentuhan demi sentuhan dahsyat yang tidak kuasa untuk Laras tolak.


"Sayang mandilah, aku menunggu mu dibawah untuk sarapan.


"


setelah keluar dari dalam kamar mandi dan berpakaian lengkap Prince mengatakan hal tersebut kepada Laras yang saat ini masih duduk di tempat tidur dengan berbalut selimut putih.


"Jika kau tidak mau mandi, maka aku akan menerkam mu lagi."


Seketika itu juga Laras langsung berdiri dari tempat tidurnya dan masuk ke dalam kamar mandi.


Prince mengatakan hal tersebut sambil tersenyum nakal membayangkan semua kejadian demi kejadian semalam yang sampai saat ini masih terus membuatnya lapar dan haus akan tubuh Laras.


"Ya halo, ah baiklah, aku segera ke kantor pagi ini juga."


Prince tiba - tiba saja mendapatkan panggilan penting dari kantor dan tanpa memberitahukan lagi kepada Laras, Prince langsung keluar dari dalam kamar dan menuju ke parkiran mobil.


"Selamat pagi pak Prince."


Sang asisten Joe mengatakan hal tersebut kepada Prince yang saat ini masuk ke dalam mobilnya.


"Ayo Joe, kita harus segera tiba ke kantor, ada hal penting yang akan kita lakukan di sana."


Prince mengatakan hal tersebut kepada Joe yang saat ini sudah masuk ke dalam mobil dan langsung melajukan mobil tersebut ke jalan raya.


Sementara itu Laras yang telah selesai mandi dan keluar sangat heran melihat kamar sudah kosong.


"Mas Prince, apakah kau sudah ke bawah?"


Namun di saat yang bersamaan ponsel Laras tiba - tiba berbunyi dan Prince mengatakan kepada Laras akan pulang ke terlambat.


"Ah baiklah mas, aku mengerti, hati - hati di jalan mas."


Setelah mengatakan hal tersebut Laras langsung menuju ke ruang makan untuk sarapan.


"Pagi bi Ijah."


"Pagi mbak Laras."


Laras yang pagi itu sudah rapi menyapa bi Ijah yang sejak tadi masih sibuk di dapur.


"Mas Prince sudah berangkat terlebih dahulu mbak."


"Ya bi aku tau, kirimkan saja sarapan dan makan siangnya, aku tidak ingin mas Prince sampai telat makan."


"Baik mbak Laras."