MY PRINCE

MY PRINCE
PESAN SINGKAT LARAS



Sabar Prince ya kau harus sabar, kau tidak boleh mengedepankan nafsu mu, ingat bahwa wanita yang kau cintai saat ini sedang melihat kesungguhan hatimu lebih lagi, ya lebih lagi."


Di dalam mobil pada akhirnya Prince hanya bisa mengatakan hal tersebut dengan perlahan.


"Bagaimana pak, apakah kita sudah bisa untuk berangkat?"


Joe yang tiba - tiba saja masuk ke dalam mobil cukup membuat kaget Prince


"Ya Joe, lajukan saja mobil ini."


"Baik pak Prince."


Joe pun mulai mengemudikan mobilnya dengan kecepatan sedang ke arah jalan raya


Pagi ini Prince mendapatkan peringatan demi peringatan lagi tentang tujuan awal dirinya membawa Laras dengan caranya sendiri.


Menjelang siang saat Laras sedang duduk santai di teras balkon kamar tiba - tiba saja dia mendapatkan pesan masuk dari dalam ponselnya.


Dengan cepat Laras bangkit dari tempat duduknya dan mengambil ponsel tersebut di meja rias yang terletak di dalam kamar.


"Mas Prince mengirimkan aku uang seratus juta?"


Laras sungguh tidak percaya dengan bukti transfer elektronik yang di kirimkan Prince kepadanya.


"Ini banyak sekali."


Laras mengatakan hal tersebut sambil menutup mulut dengan ke dua tangannya.


"Gunakan untuk keperluan pribadi mu, kau bisa ke salon, atau membeli barang yang ingin kau beli, jika kurang kau bisa meminta lagi, aku akan dengan siap sedia untuk mengirimkan lebih banyak dari ini kepada mu."


"Gunakan semua fasilitas demi fasilitas yang ada di rumah, ada satu supir dan mobil yang khusus aku berikan untuk mengantarkan kemanapun kau pergi, senangkan diri mu, jika kau bahagia maka aku juga akan bahagia."


"Mas, ini sangat berlebihan, sungguh ini sangat berlebihan."


Laras mengatakan hal tersebut sambil membaca berulang - ulang semua pesan Prince.


Namun tiba - tiba saja, semuanya terhenti saat dirinya menerima satu pemberitahuan pesan baru.


Ke dua matanya terbelalak dan wajahnya langsung tegang.


Sejenak Laras terdiam, dan terus terdiam, namun pada akhirnya Laras menarik nafas panjang untuk mengambil keputusan.


"Baiklah Laras, baiklah, mas Prince mengatakan boleh menggunakan uang ini untuk apapun bukan, baiklah aku akan menggunakannya mas, namun maafkan aku jika pada nantinya ini bisa menimbulkan duka."


Laras mengatakan hal tersebut dengan perlahan, segera mungkin Laras bersiap - siap lalu setelah itu Laras keluar dari dalam kamar.


"Mas Laras siang ini pergi ke pusat perbelanjaan dulu, ada barang - barang pribadi yang harus Laras beli."


Laras menuliskan pesan singkat tersebut kedalam ponselnya untuk dia kirimkan ke Prince.


"Bagaimanapun juga mas Prince adalah pemimpin di rumah ini, jadi aku harus tetap meminta izin jika ingin keluar, ya harus."


Setelah mengatakan hal tersebut Laras mengirimkan pesan singkat kepada Prince.


Hari ini pada akhirnya Laras pergi ke suatu tempat dimana apa yang dikatakan oleh dirinya kepada Prince sangat berbeda dengan tujuannya.


Sementara itu di kantor, saat ini Prince tersenyum setelah membaca pesan singkat yang telah Laras kirimkan kepadanya.


"Terima kasih sayang pada akhirnya kau mulai percaya dengan ku, ya aku memang harus terus bersabar untuk bisa membuat hati mu betul - betul bisa kembali mencintai ku seperti dulu."


Prince mengatakan hal tersebut dengan hatinya yang bahagia mendapatkan pesan dari Laras.