
Terima kasih sayang pada akhirnya kau mulai percaya dengan ku, ya aku memang harus terus bersabar untuk bisa membuat hati mu betul - betul bisa kembali mencintai ku seperti dulu."
Prince mengatakan hal tersebut dengan hatinya yang bahagia mendapatkan pesan dari Laras.
"Ada apa Prince, mama perhatikan hari ini kau sangat bahagia?"
Ibu Saraswati masuk ke dalam ruangan Prince sambil mengatakan hal tersebut.
"Coba tebak ma, apa yang telah Laras lakukan terhadap ku?"
Prince mengatakan hal tersebut dengan bangga kepada ibu Saraswati.
"Ada apa dengan Laras Prince?"
"Hari ini Laras sudah mau menggunakan uang bulanan yang Prince berikan ma."
Dan seketika itu juga ibu Saraswati langsung mengernyitkan dahi ketika mendengarkan apa yang telah dikatakan oleh sang anak.
"Jadi hanya itu kau terlihat sangat senang?"
Dan dengan cepat Prince langsung menganggukkan kepalanya.
"Ya ma, bagi Prince dengan hal ini berarti Laras mulai kembali berbicara kepada Prince."
Dan seketika itu juga ibu Saraswati langsung menggelengkan kepalanya.
"Terserah apa yang akan kau katakan sayang, ini tanda tangani saja, ada beberapa berkas yang harus kau tanda tangani secepatnya."
Ibu Saraswati yang sejak tadi sedang tidak ingin mendengarkan nama menantunya tersebut di sebutkan mulai mengalihkan sedikit demi sedikit apa yang harus dia lakukan.
"Baiklah ma."
Dengan cepat Prince mengambil beberapa berkas tersebut lalu mulai membubuhkan tanda tangan di dalam berkas - berkas tersebut.
"Ini ma."
"Siap ma."
"Satu hal nak yang ingin mama katakan kepada mu."
Langkah ibu Saraswati langsung terhenti dan menghadapkan kembali badannya kepada Prince.
"Ada saatnya kau perlu membuka ke dua mata mu lebih lebar lagi terhadap wanita yang saat ini kau cintai, ingat kalian itu menikah tanpa mengenal lebih dalam, dan kalian hidup dari kesalahan cinta, mama berharap kau kembali menyelediki istri mu dengan lebih detail lagi."
"Mama tenang saja, aku bisa menjaminkan diri ku bahwa Laras adalah wanita baik - baik yang paling luar biasa aku temui sepanjang hidup ku."
Dengan bangga Prince mengatakan hal tersebut kepada sang ibunda yang sejak tadi memandang Prince dengan tatapan tajam
"Terserah kau saja nak, mama hanya tidak ingin kau menyesal."
"Prince tidak akan pernah menyesal ma."
Dan dengan Prince mengatakan hal tersebut ibu Saraswati langsung meninggalkan ruang kerja Prince.
"Maafkan aku ma, maafkan jika kali ini aku sedikit untuk melawan mu, hal itu karena aku ingin Laras bahagia."
"Mama yang telah membawa wanita ini kepada ku, mama yang memulai semuanya dengan rencana demi rencana busuk mama
"
"Dan kini setelah semuanya selesai mama berharap aku mau untuk membuang Laras, tidak ma, tidak akan pernah mungkin aku membuang Laras, ya wanita yang ibu kandungnya telah kau bunuh dengan ke dua tangan mu sendiri."
Hal tersebut yang Prince katakan sambil ke dua matanya memandang lurus ke arah depan.
Prince yang mengetahui semua cerita masa lalu ibu Saraswati sangat bisa merasakan bahwa Laras adalah posisi wanita yang paling dirugikan di dalam kasus ini.
"Meskipun sampai saat ini aku belum menceritakan kebenaran kepada mu Laras, namun aku berjanji akan menjaga mu dengan sepenuh hati ku, ya aku akan menjaga dengan semua kekuatan yang aku miliki.