
Iya mas, ini ada ayam kecap, udang balado, sayur brokoli dan wortel, lalu ada buah juga, apakah ini sudah cukup mas Prince?"
Laras menyebutkan semua masakan yang telah di buat, ya masakan yang rupanya menjadi makanan favorit dari Prince.
"Cukup, sangat cukup, hari ini kau memasak semua makanan kesukaan ku sayang, terima kasih ya.*
Dan Prince mengatakan hal tersebut sambil kembali mencium kening Laras, sungguh saat ini Laras begitu bahagia mendapatkan kasih sayang yang sangat luar biasa.
"Ayo mas, kita makan di balkon, malam ini udaranya cerah."
Laras mengajak Prince makan malam di balkon kamar.
"Jangan mas biarkan Laras saja.*
Prince yang hendak mengambil nasi langsung di halau oleh Laras..
"Kenapa apakah ada yang salah?"
"Iya mas ada yang salah."
Prince langsung mengernyitkan dahi ketika Laras mengatakan hal tersebut.
"Apa yang salah sayang?"
"Yang salah adalah bukan Laras yang mengambilkan ini untuk mas."
Dan Prince pun langsung tersenyum dengan perkataan Laras..
"Ini lakukan apa yang ingin kau lakukan sayang."
Prince menyerahkan piring kosong tersebut ke tangan Laras..
"Terima kasih mas Prince."
Dan setelah mengatakan hal tersebut dengan semangat Laras melayani Prince.
"Terima kasih sayang."
Prince menerima semua pemberian Laras tersebut sambil tersenyum.
"Mas Prince makan yang banyak yah, biar kita sama - sama gendut."
Seketika itu juga Prince langsung tertawa.
"Iya pasti, aku akan menghabiskan semua masakan mu."
Dan setelah mengatakan hal tersebut Prince makan dengan sangat lahap, dan Laras menatap suaminya tersebut dengan penuh kebahagiaan.
Selesai makan, Laras dan Prince duduk di balkon kamar..
"Sayang, apakah kau masih marah kepada ku?"
Prince mengatakan hal tersebut kepada Laras.
"Ya kau benar sayang, saat aku terluka, aku melukai diri ku sendiri dengan alkohol, aku sangat membenci diriku sendiri saat melakukan hal itu?"
Prince mengatakan hal tersebut sambil memeluk Laras dari belakang.
"Mas apakah mas mau berjanji satu hal kepada Laras?"
"Katakan sayang."
"Berjanjilah kepada Laras bahwa mas tidak akan pernah menyentuh alkohol lagi."
"Sayang aku tidak akan banyak mengucapkan kata - kata kepada mu, namun aku akan memberikan pembuktian."
"Laras menunggu pembuktian itu mas."
"Sekarang apakah kau mau berjanji kepada ku satu hal sayang?"
"Katakan saja mas."
"Berjanjilah kepada ku untuk kau tetap ada di samping ku, apapun keadaan ku, berjanjilah bahwa kau tidak akan meninggalkan rumah lagi, apapun yang aku lakukan."
Laras yang mendapatkan perkataan tersebut langsung menghadapkan badannya ke arah Prince.
"Laras tidak akan pernah meninggalkan mas Prince lagi, ya Laras berjanji."
Dengan tersenyum Laras mengatakan hal tersebut kepada Prince, dan baru kali ini Prince menyadari jika senyum Laras sangat lah manis
Selama ini Prince sama sekali tidak memperhatikan hal itu.
"Sayang, bolehkah aku mencintai mu dengan cara ku?"
Laras langsung mengernyitkan dahi ketika mendengarkan perkataan Prince.
"Cara mas seperti apa?"
"Pejamkan ke dua mata mu."
"Baiklah."
Dan Laras langsung memejamkan matanya.
Dengan lembut Prince menyentuh bibir Laras dan memberikan kecupan hangat disana.
"Mas,..."
Laras membuka mata dan kini mereka saling berpandangan.
"Izin kan aku melayani mu sebagai seorang suami, izin aku memberikan hak mu sebagai seorang istri, aku yang akan melayani mu malam ini di atas sana."
Prince menunjukkan tempat tidur dan di saat itulah Laras mengerti.