MY PRINCE

MY PRINCE
AKU MENCINTAIMU



Prince kembali mengatakan hal tersebut sambil terus memeluk Laras dan tidak mau untuk melepaskan.


Tenaga Laras yang pada akhirnya habis karena terlalu banyak meronta membuatnya pingsan.


"Sayang hei, sayang."


Prince yang melihat Laras pingsan pada akhirnya menepuk - nepuk pipi Laras, namun saat ini Laras tetap pingsan.


Dengan cepat Prince langsung menggendong Laras dan membawanya turun dari lantai dua.


Sebelum turun Prince melemparkan banyak uang di meja untuk menganti apa yang telah dia lakukan dengan brutal di lantai dua.


Saat ini uang sudah tidak ada artinya apa - apa lagi karena malam ini pada akhirnya Prince kembali bertamu dengan satu wanita yang sangat dia cintai.


Dengan perlahan Prince membawa Laras masuk ke dalam mobil dan mengemudikan mobil tersebut menuju ke arah hotel tempatnya menginap.


"Sayang, aku berjanji tidak akan pernah melepaskan mu lagi, ya apapun itu aku berjanji."


Prince mengatakan hal tersebut sambil mengusap pipi Laras.


Tak butuh waktu lama untuk Prince sampai di tempatnya menginap.


Dengan cepat Prince membawa Laras yang masih pingsan masuk ke dalam kamarnya.


Prince merebahkan Laras di atas tempat tidur.


"Kau saat ini sangat cantik sayang."


Prince mengatakan hal tersebut dengan melihat tubuh Laras yang sangat sintal, berbeda dengan Laras di masa lalu dengan tubuh gendutnya, dengan kulit hitam nya, dan semua yang kekurangan demi kekurangan yang dia miliki hingga membuat Prince begitu jijik memandangi nya.


"Namun saat ini aku sadar jika cinta bisa menutup kekurangan fisik, apapun bentuk badan mu aku tetap akan menerimanya."


Prince mengatakan hal tersebut sambil mengusap kening Laras.


Detik berikutnya kini Prince baru menyadari jika baju Laras bagian depan basah karena tertumpah oleh minuman.


"Tapi di dalam kamar ini tidak ada baju wanita, bagaimana ini?"


Prince mengatakan hal tersebut sambil terus berpikir, ya berpikir dengan logikanya untuk menganti baju Laras.


"Ah sudahlah, aku tidak ingin kau sakit."


Setelah mengatakan hal tersebut Prince memulai membuka satu per satu kancing kemeja Laras dan membuka pakaian Laras.


Pikirkan Prince langsung melayang ke tempat paling tinggi saat dirinya melihat tubuh wanita yang dia cintai tidak menggunakan sehelai baju pun.


Hasrat laki - lakinya bergejolak hebat saat ke dua matanya masih begitu tajam memandang bentuk tubuh indah tersebut.


"Arrrh Prince, ayo sadar, aku tidak boleh melakukan hal itu tanpa persetujuan dari Laras."


Prince mengatakan hal tersebut lalu denah cepat dirinya menarik selimut untuk menutupi tubuh Laras yang saat ini sedang telanjang.


"Aku tau, sebenarnya aku masih memiliki hak untuk menyentuhnya, karena bagaimanapun juga saat ini Laras masih menjadi istri ku yang sah."


"Namun aku tidak akan pernah melakukan hal itu, ya menyentuh tanpa persetujuan darinya, itu adalah salah satu bentuk penghormatan ku terhadapnya."


"Aku sangat mencintaimu Laras, oleh karena itu aku akan tetap memberikan penghormatan kepada mu di dalam hal ini, menjaga mu, dan memberikan mu kasih sayang."


Prince mengatakan hal tersebut sambil mencium kening Laras.


Malam ini pada akhirnya Prince memilih untuk mengendalikan hasratnya, malam hari ini pada akhirnya Prince memilih untuk tidak melakukan hal yang seharusnya bisa dia lakukan, malam ini pada akhirnya Prince bisa mengerti arti sebuah penghormatan untuk wanita yang dia cintai.


Dimana Prince tidak pernah memaksa.