MY PRINCE

MY PRINCE
TRANSAKSI



Prince yang mengetahui semua cerita masa lalu ibu Saraswati sangat bisa merasakan bahwa Laras adalah posisi wanita yang paling dirugikan di dalam kasus ini.


"Meskipun sampai saat ini aku belum menceritakan kebenaran kepada mu Laras, namun aku berjanji akan menjaga mu dengan sepenuh hati ku, ya aku akan menjaga dengan semua kekuatan yang aku miliki.


Prince mengatakan hal tersebut dengan perlahan, satu hal yang Prince janjikan karena sampai saat ini Prince tidak bisa mengatakan sebuah kebenaran yang sangat penting bagi Laras.


Hari ini Prince bekerja dengan sangat giat dan dengan hati yang penuh kebahagiaan.


Sementara itu mobil yang saat ini di naiki oleh Laras berhenti di salah satu parkiran perbelanjaan pusat kota.


"Pak tunggu saja disini, aku akan belanja beberapa kebutuhan.


"Baik mbak Laras."


Laras mengatakan hal tersebut kepada sang supir pribadi yang sengaja menunggunya


Dengan cepat Laras terus dari dalam mobil dan melangkahi kaki masuk ke dalam pusat perbelanjaan tersebut.


"Pusat perbelanjaan ini, jadi satu dengan apartemen yang ingin aku tuju, ah lebih baik aku segera menuju ke sana."


Laras mengatakan hal tersebut sambil terus berjalan menuju ke apartemen yang ternyata menjadi satu dengan pusat perbelanjaan tersebut.


"James?"


Setelah Laras tiba di salah satu kamar, Laras mengetuk pintu kamar tersebut dan ada satu laki - laki berbadan tegap serta berkulit putih melihat Laras dari balik pintu.


"Masuklah."


Sang laki - laki yang bernama James tersebut meminta Laras masuk ke dalam apartemennya.


"Kau yakin bahwa tidak ada yang akan mengikuti mu sampai ke dalam sini?"


Dengan cepat Laras langsung menggelengkan kepalanya.


"Aku yakin."


Dan laki - laki tersebut kini memandang tubuh Laras dari atas sampai bawah.


"Kau adalah pelanggan baru ku, apa yang akan kau pesan dari ku?"


Laras mengatakan hal tersebut sambil memperagakan barang yang dia maksudkan.


"Ada, aku masih ada beberapa untuk barang itu."


"Aku minta semua yang masih tersisa dari barang itu."


Laki - laki tersebut langsung tersenyum dengan sinis.


"Ternyata kau adalah wanita kaya, namun untuk mempertegas, aku akan tetap menanyakan, dengan apa kau akan membayarnya tubuh mu atau uang?"


Deg


Sungguh Laras langsung terkejut dengan pertanyaan yang dia terima, ya pertanyaan yang biasa di lontarkan di dalam perjanjian jual beli barang terlarang.


"Aku akan membelinya, aku tidak akan membayar dengan tubuh ku."


Dengan tenang laki - laki tersebut menyalakan rokoknya lalu menetap tajam lagi ke arah Laras.


"Yang harus kau tau, aku menghindar dengan transaksi perbankan di dalam hal ini, jadi aku minta uang tunai."


"Ya aku tau, aku sudah mempersiapkan semuanya."


Laras mengatakan hal tersebut sambil mengambil satu amplop cokelat dari dalam tasnya.


"Di dalam amplop ini berisi sejumlah uang dengan harga yang sudah kita sepakati."


Laras mengatakan hal tersebut sambil memberikan amplop cokelat tersebut kepada sang laki - laki.


"Sebentar, kau tunggu disini, aku akan mengambilkan barang yang kau minta."


Setelah melihat jumlah uang cukup untuk membeli barang yang di inginkan oleh Laras, sang laki - laki mengambilkan barang yang di minta oleh Laras.


"Ini, jumlah dan harganya sama dengan jumlah uang yang aku terima."


Laki - laki tersebut memberikan Laras satu plastik kecil hitam yang berisikan barang tersebut.


"Terima kasih."