MY PRINCE

MY PRINCE
KUNJUNGAN PAGI



Satu orang wanita mengatakan hal tersebut sambil menggendong sang putri kecilnya.


"Tidak perlu aku yakin saat kondisi psikis dari Prince sedang tidak baik, jadi untuk apa kita memberitahukan kedatangan kita."


"Ya kau benar, lebih baik esok hari baru kita datang ke kantornya dan bertemu."


Dan sepasang suami istri tersebut pada akhirnya masuk ke dalam mobil yang sudah menunggu mereka di bandara.


"Dre kau yakin kau bisa membantu mereka?"


Di dalam mobil Lidia mengatakan hal tersebut kepada Andre sambil menyandarkan bahunya.


"Entahlah sayang, aku juga tidak bisa menjamin bahwa aku akan bisa membantu permasalahan mereka, namun setidaknya ada orang yang waras yang akan mendampingi mereka."


"Ya kau benar Dre terkadang kita membutuhkan orang - orang seperti itu untuk kita yang saat ini sedang tidak berpikir jernih."


"Ya sayang dan bukan sebuah kebetulan jika pada akhirnya kita kembali di sini, karena semua tugas kita sudah selesai di Jepang."


"Kau benar Lidia."


Di dalam mobil Andre menciumi puncak kepala Lidia dan membiarkan mobil terus melaju dengan kecepatan sedang.


"Tidurlah sayang, besok kau yang datang ke Prince, aku yang akan berkunjung ke tahanan Laras, saat ini kondisi Prince sedang tidak stabil, dan saat ini dia sedang mengalami kekecewaan yang berat dengan satu orang wanita."


"Ya Dre, dan Prince lupa, untuk setiap hal yang telah dia lakukan kepada Laras di masa lalu."


"Dua orang yang sedang terluka di persatukan di dalam pernikahan sungguh sangat mengerikan bukan?"


"Ya kau benar sayang."


Hari ini, malam ini Andre dan Lidia telah kembali ke tanah air karena semua pekerjaan yang telah dia lakukan di Jepang selesaj dengan baik, dan bersamaan dengan itu Andre dan Lidia pun mendengarkan berita kasus besar Prince dan juga Laras.


Melalui media sosial kasus istri CEO yang terjerat obat - obat terlarang sungguh sangat cepat mencuat ke permukaan.


Malam hari ini Andre dan Lidia pada akhirnya sampai ke dalam kediamannya.


"Mbak Laras ada tamu."


Malam yang telah berubah menjadi pagi, dan di dalam tahanan wanita, satu orang aparat membuka pintu sel Laras dan meminta Laras untuk keluar dari dalam sel tersebut.


"Siapa Bu?"


"Nanti mbak Laras juga tau, ayo mbak."


Sebenarnya saat ini Laras sangat enggan untuk menerima tamu, pertemuannya dengan Prince sungguh membuat hatinya terluka, dan jika saat ini Laras harus kembali berhadapan dengan Prince, Laras merasa hatinya masih belum sanggup untuk melakukan hal itu.


"Bu apakah boleh jika Laras tidak ingin menemui tamu Laras?"


Masih di dalam sel Laras mengatakan hal tersebut kepada salah satu aparat.


"Lebih baik di temui mbak, tidak baik jika mbak Laras menolak tamu yang ingin berkunjung, siapa tau itu adalah orang - orang yang ingin membantu mbak Laras di dalam kasus mbak Laras kali ini."


Laras terdiam dan mulai memikirkan apa yang telah di katakan oleh salah satu aparat yang saat ini sedang berjaga di tahanan wanita tersebut.


"Baiklah Bu, Laras akan menemui orang tersebut."


Setelah mengatakan hal itu Laras Keluar dari dalam sel dan berjalan menuju ruangan untuk membesuk tahanan, dengan langkah yang gontai.