MY PRINCE

MY PRINCE
PERATURAN ANDRE



Sungguh saat ini hanya hal itu - itu saja yang ditanyakan olehnya.


Di dalam pelukan dari Andre Laras menumpahkan luka hatinya yang paling terdalam.


Sungguh saat ini hatinya hancur berkeping-keping, dirinya merasa tidak lebih dari sekedar pelacur yang sedang di manfaatkan oleh laki - laki yang diam - diam dia cintai.


"Laras kau tidak perlu khawatir soal tempat tinggal rumah ini bisa menjadi tempat tinggal untuk mu sementara."


Andre mengatakan hal tersebut dengan tersenyum kepada Laras dan Laras hanya membalas senyuman itu dengan tatapannya yang tajam.


Saat ini tidak ada lagi yang bisa Laras pikiran, semuanya terasa gelap, ya gelap dan sangat gelap.


"Laras ada apa? apakah kau tidak menyukai jika tinggal di rumah ini?*


Andre yang melihat Laras terdiam kembali memastikan lagi.


"Bukan seperti itu dokter, namun saat ini status ku masih istri dari mas Prince, namun aku tinggal di rumah laki - laki lain, lalu apa kata orang nanti?"


Laras pada akhirnya mengatakan kegundahan di dalam hatinya.


"Aku mengerti apa yang kau pikirkan Laras, namun satu hal yang pasti kau melakukan hal ini karena kau ingin menenangkan diri bukan? kau tinggal di rumah ku, bukan karena kau sedang selingkuh dengan ku, kau sedang menenangkan diri mu."


Andre mengatakan hal tersebut dengan penuh keyakinan kepada Laras yang sampai saat ini masih tetap terdiam.


"Jadi bagaimana?"


Andre pada akhirnya menanyakan lagi untuk lebih memastikan.


Laras kembali mengatakan hal tersebut kepada Prince yang saat ini masih terdiam dan terus menatapnya.


"Aku tau apa yang sedang kau pikirkan Laras, namun satu hal yang pasti ketika aku sudah meminta mu, aku sudah mengizinkan mu untuk tinggal, maka aku sudah memikirkan konsekuensinya, ya dan itu sudah ada jauh di dalam pikiran ku, jadi kau tidak perlu khawatir dengan semua hal ini."


Laras terus memandang tajam ke arah Andre atas apa yang telah dia katakan.


"Baiklah dokter, untuk sementara aku akan tinggal di sini, maafkan aku jika pada akhirnya merepotkan dokter."


Laras mengatakan hal tersebut dengan menarik nafasnya dalam - dalam, Laras berharap jika keputusan yang diambilnya ini adalah keputusan yang benar dan tidak malah membuat semakin keruh.


"Ya sudah sekarang beristirahat lah, ayo aku tunjukkan kamar mu dimana."


Andre pada akhirnya membawa Laras naik ke lantai dua, dan masuk ke dalam satu kamar.


"Ini, kamar mu, kamar mu akan bersebelahan dengan kamar ku, aku melakukan hal itu agar lebih tenang saja."


"Di dalam lemari ada baju - baju perempuan milik adik ku, saat ini dia ada di London sedang menempuh pendidikannya, ukuran badan adik ku sama dengan mu, jadi seharusnya baju - baju bisa muat untuk kau pakai."


"Terima kasih dokter Andre."


"Panggil saja aku Andre Laras."


Dan Laras pada akhirnya hanya menganggukkan kepalanya.


"Kau tidak perlu repot - repot untuk memasak, karena di dalam rumah ini ada satu koki untuk memasak dan bertanggung jawab atas dapur, dan aku akan mempercayai dirinya untuk memasak, jadi kau bisa meminta dia juga untuk memasak makanan kesukaan mu ."