MY PRINCE

MY PRINCE
KEADAAN PRINCE



Sesampainya di rumah sakit'Andre langsung menuju ke ruang unit gawat darurat, agar Prince segera di tangani dengan tepat .


"Halo Lidia, ya saat ini aku masih di rumah sakit, Prince tiba - tiba pingsan, mungkin aku akan pulang larut malam, katakan kepada Laras jika saat ini Prince sedang di tangani di ruang unit gawat darurat."


Andre mengatakan semua hal tersebut kepada istrinya Lidia, saat ini Andre masih berada di rumah sakit bersama dengan Prince.


"Jaga diri mu di rumah."


Setelah mengatakan hal tersebut Andre menutup panggilannya kepada Lidia.


"Prince, sebenarnya apa yang saat ini terjadi dengan mu? "


Apakah kau betul baik -baik saja? atau memang sebenarnya kau sedang tidak sehat, astaga Prince."


Andre mengatakan hal tersebut sambil menunggu di luar unit gawat darurat karena saat ini dirinya sedang tidak bertugas..


Cukup lama Prince ada di dalam ruangan sampai pada akhirnya keluarlah satu orang dokter dan memberitahukan apa yang sebenarnya terjadi dengan Prince menggunakan bahasa dari negara tersebut.


Sebagai seorang dokter Andre sanga mengerti semua hal yang telah di sampaikan oleh dokter tersebut dan pada akhirnya Andre hanya bisa menganggukkan kepalanya.


"Thank you dok."


Dan sang dokter pun tersenyum lalu segera meninggalkan Andre.


"Laras kau harus tau apa yang sebenarnya terjadi dengan Prince, Laras aku harap malam ini kau datang ke rumah sakit, agar aku bisa menjelaskan semuanya dengan baik."


Andre mengatakan hal tersebut dengan menggenggam ke dua tangannya.


Saat ini Andre sangat ini Laras datang ke rumah sakit, agar Andre bisa mengatakan semua hal yang sedang terjadi dengan Prince.


Sambil menunggu kedatangan Laras Andre mengurus pemindahan Prince ke ruang rawat.


Sampai pada akhirnya terdengar suara setengah berlari ke arah ruang rawat setelah sebelumnya bertanya kepada para dokter yang saat itu berjaga.


Dan suara langkah kaki tersebut pada akhirnya membuka pintu ruang rawat.


Laras mengatakan hal tersebut sambil mengatur nafasnya yang tersengal, dirinya yang terus berlari menuju ke rumah sakit membuatnya harus mengatur nafas lebih lagi.


"Bisa kita berbicara sebentar? di depan rumah sakit ini ada kedai, kita akan berbicara di tempat itu, bagaimana Laras?"


Sejenak Laras menatap Andre dengan dengan tajam berusaha untuk mencari tau ada apa sebenarnya, mengapa raut wajah Andre begitu serius, dan mengapa harus membicarakan hal ini di kedai dan tidak di ruang ini saja.


"Apakah tidak bisa di sini saja Dre?"


Dengan cepat Andre langsung menggelengkan kepalanya.


"Tidak bisa Laras, aku takut akan berisik dan itu akan menganggu Prince yang saat ini sedang beristirahat."


Pandangan Laras langsung tertuju ke arah Prince begitu Andre mengatakan hal itu.


"Ya aku tau, ayo Dre."


Dengan cepat Laras mengatakan hal tersebut kepada Andre dan mengajaknya untuk keluar dari ruang rawat.


"Jadi apa yang sebenarnya hendak kau sampaikan kepada ku Dre?"


Sesampainya di kedai, Laras yang sejak tadi memang sudah penasaran kembali mengatakan hal itu kepada Andre.


"Prince saat ini sedang sakit Laras.*


Deg


Laras tersentak kaget ketika mendengarkan pengakuan Andre.


"Sakit? tapi tadi siang aku sudah bertemu dengan Prince dan kondisinya baik - baik saja."


Laras mengatakan hal tersebut seakan - akan tidak percaya dengan apa yang dia dengar dari Andre saat ini.