
Laras yang mendengarkan hal tersebut hanya tersenyum dan terus tersenyum, perkataan Prince yang jujur membuat Laras saat ini yakin jika Prince betul - betul mencintainya.
"Sayang maafkan aku."
"Maaf? untuk apa mas minta maaf?
"
Laras mengatakan hal tersebut sambil mengernyitkan dahinya.
"Maaf jika semalam aku terlalu membuat mu lelah, aku tidak tau jika saat ini kau sedang hamil, aku berjanji tidak akan kembali menyentuh mu seperti semalam, maafkan aku ya sayang."
Prince mengatakan hal tersebut dengan penuh penyesalan, karena permainan yang dia lakukan terhadap Laras.
"Mas, tak perlu mas sampai seperti itu, sudah menjadi tugas ku untuk menyenangkan hati suami, dan aku sama sekali tidak terpaksa untuk melakukan hal itu."
"Semalam aku sungguh menikmati semua hal yang mas telah lakukan terhadap ku, aku yakin mas memberikan pelayanan yang terbaik untuk ku semalam."
"Terima kasih ya mas."
Laras mengatakan hal tersebut sambil tersenyum dan di saat yang sama kini Prince bisa menyadari betapa lembut hati Laras.
"Sayang, bagaimana keadaan mu? mama sangat khawatir."
Tiba - tiba saja ibu Saraswati masuk dan mengatakan hal tersebut kepada Laras dan juga Prince yang masih berada di ruang unit gawat darurat.
"Keadaan Laras baik - baik saja ma."
Dengan lembut Laras mengatakan hal tersebut kepada ibu mertuanya.
"Syukurlah jika seperti itu."
"Ma, Laras membawa kabar bahagia untuk mama."
Deg
Ibu Saraswati langsung mengernyitkan dahi ketika mendengarkan Laras mengatakan hal tersebut.
"Laras hamil ma, Laras hamil anak mas Prince."
Dan seketika itu tersentak hati dari ibu Sarawati.
"Sayang jadi saat ini kau sedang hamil? ah syukurlah, mama sangat bahagia, nak boleh mama mengatakan sesuatu hal kepada mu?"
"Katakan saja ma."
"Maafkan mama ya sayang untuk semua yang sudah terjadi, mama tidak menyangka jika hal ini bisa memberikan efek yang sangat luar biasa untuk mu."
Ibu Saraswati mengatakan hal tersebut sambil mengenggam tangan Laras.
"Laras sudah memaafkan semuanya ma, bagi Laras yang terpenting saat ini adalah Laras bisa hidup bahagia sebagai istri dari mas Prince dan ibu dari anak - anaknya nanti."
Laras mengatakan hal tersebut sambil tersenyum
"Sementara itu sejak tadi ada sepasang mata yang mengamati semuanya dari luar jendela kamar unit gawat darurat
"Aku bersumpah tidak ada yang boleh bahagia bersama dengan mu Laras, jika aku tidak bisa bahagia dengan mu, orang lain juga tidak boleh mendapatkan hal yang sama."
Andre yang saat itu melihat kehadiran Keluarga Prince dan kehangatan dari keluarganya sangat iri hati dan hal tersebut yang membuat Andre semakin menaruh dendam kepada Prince.
"Ya sudah mama pergi dulu yah, Prince jangan lupa untuk kau mengurus Laras dengan baik, ingat Prince Laras itu telah menjadi sebatang kara sejak dulu, kau harus memperhatikan dengan baik, kau mengerti Prince?"
Ibu Saraswati mengatakan hal tersebut kepada Prince dan juga Laras yang kini tersenyum kecil atas apa yang telah di katakan olehnya.
"Iya ma, Prince akan menjaga Laras dengan baik, Prince sangat mencintai Laras ma, Prince bisa gila jika tidak bertemu dengan Laras."
Prince mengatakan hal tersebut sambil membelai rambut Laras yang hitam pekat tersebut
"Ya sudah mama pergi dulu."
Dan setelah mengatakan hal tersebut Ibu Saraswati keluar dari dalam ruangan.