MY PRINCE

MY PRINCE
PENGAKUAN ANDRE



Tentang apa Dre?"


"Tentang istri mu Laras."


Dan seketika itu juga Prince langsung tersenyum sinis di depan Andre.


"Aku kira sepenting apa Dre, aku kira ada apa"


Dengan sinis Prince mengatakan hal tersebut kepada Andre.


"Jadi kau anggap jika istri mu itu tidak penting Prince?"


Andre takjub dengan respon dari Prince saat dirinya mengatakan jika dirinya akan membicarakan Laras.


"Aku menganggap hal itu tidak penting saat dirinya meninggalkan aku, saat dirinya melakukan hal itu dan malah tidak menyakinkan diri ku."


"Menyakinkan? hal apa lagi yang perlu kau yakini dari Laras Prince?"


Andre mengatakan hal tersebut sambil menggelengkan kepalanya.


"Anak yang saat itu ada di dalam kandungannya adalah anak ku atau anak mu!"


Dengan tegas Prince mengatakan hal tersebut kepada Andre, dan ke dua mata Andre langsung terbelalak ketika pada akhirnya Prince berani mengatakan alasan yang sebenarnya.


"Jadi hanya karena itu kau sama sekali tidak menjemput Laras yang jelas - jelas kau tau saat ini dia berada disini?"


"Sungguh Prince itu benar - benar keterlaluan!"


Andre kembali menggelengkan kepalanya saat mengetahui hal yang betul - betul mengejutkan.


"Suami mana yang tidak bertanya - tanya kepada istrinya sendiri jika sang istri pada memiliki maslahat malah kabur dari rumah dan memilih untuk tinggal di rumah laki - laki lain."


"Oke, oke, untuk hal itu memang mungkin kesalahan Laras dan juga kesalahan ku, mengapa saat itu aku malah mengizinkan Laras untuk tinggal dan tidak memintanya untuk kembali pulang ke rumah."


"Tapi Prince apakah kau tidak pernah memandang semua permasalahan ini dari sudut pandang Laras?"


"Apakah kau tidak pernah mengerti perasaan Laras, apakah kau hanya memandang semua ini dari sudut pandang mu sendiri? maafkan aku Prince jika aku harus mengatakan kau adalah laki - laki egois."


Deg


Hati Prince tersentak ketika Andre berani mengatakan semua hal tersebut secara lantang.


"Apa maksud mu Dre?"


"Baiklah, sebagai laki - laki mari kita gunakan logika kita untuk berpikir."


Andre mencoba untuk berbicara lagi kepada Prince.


"Wanita, ya wanita adalah ciptaan Tuhan dengan hatinya yang sangat lembut, dan se sakit apa hati Laras ketika dia mengetahui kau menikah dengannya karena sebuah konspirasi bukan atas dasar cinta?"


"Maafkan aku Prince, saat itu aku yang mengatakan semua konspirasi ini kepada Laras."


"Aku akui kau adalah sahabat ku, namun sebagai laki - laki aku tidak akan pernah tega ketika aku mendapatkan laporan dari rumah sakit keadaan Laras saat dirinya pingsan dan di bawa ke rumah sakit dalam keadaan yang seperti itu, dan semua karena kekerasan seksual yang kau lakukan terhadapnya!"


"Sittt, di saat itulah aku mengumpat banyak kata - kata kepada mu, dan di saat itu juga aku berjanji, begitu keadaan Laras membaik akan aku beritahukan semua kebenaran yang pada awalnya aku simpan seorang diri."


Dengan geram Andre mengatakan semua isi hatinya kepada Prince.


"Lalu yang perlu kau tau, saat itu memang aku juga jatuh cinta kepada istri mu."


Deg


Hati Prince kembali tersentak dengan semua pengakuan yang diberikan Andre kepada Prince.


"Dan jujur dari pemikiran ku, ya aku ingin memiliki Laras, karena kau sangat yakin wanita tidak akan bahagia jika terus bersama dengan mu!"