
Aku jenuh Prince di dalam kamar, tidak ada yang bisa aku lakukan kecuali hany tidur dan tidur, itu sebabnya yang membuat memutuskan aku untuk memasak."
"Oh seperti itu."
Andre mengatakan hal tersebut dengan mulutnya yang penuh dengan makanan.
"Dre kenapa kau mengunyah semuanya langsung? kau bisa tersedak."
Laras mengatakan hal tersebut sambil memberikan Andre minum dan hal itu mengena dihati Andre.
"Terima kasih Laras."
Andre mengatakan hal tersebut sambil meneguk air mineral yang diberikan kepadanya.
"Makanan ini sangat enak Laras, aku tidak menyangka jika kau sangat pandai sekali memasak.*
Andre mengatakan hal itu dengan tersenyum kepada Laras.
"Semua wanita itu pasti bisa memasak, namun yang membedakan adalah mereka mau untuk terjun atau tidak."
Dengan tenang Laras mengatakan hal tersebut kepada Andre..
"Ya kau benar Laras, karena di jaman sekarang tidak banyak wanita yang masih mau untuk turun langsung ke dapur dan berusaha sampai seperti ini."
Andre terus mengatakan hal tersebut sambil mulutnya kembali penuh dengan makanan.
"Dre pelan kan cara makan mu, jika tidak akan tersedak."
Dan apa yang dikatakan oleh Laras sungguh saat ini sangat menyejukkan hati dari Andre.
"Dre apakah aku boleh membicarakan sesuatu hal kepada mu?"
"Katakan saja Laras."
"Hari ini kau akan memenuhi panggilan kepolisian bukan?"
Dengan cepat Andre langsung menganggukkan kepalanya.
"Boleh kah aku meminta satu hal kepada mu?"
"Katakan saja Laras."
"Bisakah kau menyelesaikan semuanya tanpa melibatkan mas Prince?"
Deg
Seketika itu juga Andre berhenti mengunyah dan langsung menelannya dengan cepat.
"Kenapa aku tidak boleh melibatkan Prince? bukankah dia yang telah memulai semuanya? apakah kau sadar apa yang telah kau katakan itu Laras?"
Andre yang sangat heran dengan sikap Laras kembali menanyakan hal itu.
"Aku hanya tidak ingin kalian terus saling membalas serangan, ya aku tau kau mungkin tidak akan pernah takut dengan apa yang mas Prince akan lakukan terhadap mu, namun apakah kau tidak lelah Dre?."
Dan pertanyaan Laras sukses membuat Andre berpikir...
"Ya aku lelah Laras, namun apakah tidak di sayangkan untuk mengusut tuntas apa yang telah Prince lakukan terhadap mu?"
Dengan cepat Laras langsung menggelengkan kepalanya.
"Dre tidak semua harus dilakukan secara bersamaan, tidak semua harus saling membalas, terkadang mengalah itu bukan sesuatu hal yang salah."
"Karena kekalahan yang sebenarnya adalah kemenangan yang kita raih dengan penuh luka hati."
"Sungguh mengerikan bukan jika kita membuktikan kepada banyak orang bahwa kita bisa, namun jauh dari lubuk hati kita yang paling dalam tersimpan duka saat kita mengucap hal ini?"
"Kemenangan yang di peroleh dengan luka hati bukanlah kemenangan yang sejati, namun kemenangan semu, karena di saat itu kau sudah kalah dengan luka hati mu sendiri."
"Aku tidak ingin semua itu terjadi di antara kau dan mas Prince, kenapa aku mengatakan hal itu karena aku tau sebenarnya kalian itu saling memperhatikan, kalian sebenarnya juga saling peduli, namun persaingan semu, kemenangan semu yang pada akhirnya merusak persahabatan kalian berdua, sampai kapan kau akan melakukan hal ini Dre?"
"Persahabatan yang baik adalah bagaimana ketika kita bisa menjadi sosok saudara yang bisa terus bersama dengan dia apapun keadaan kita saat ini."
"Sulit memang."