
Di saat yang bersamaan kau juga harus melihat diri mu sendiri, karena apa yang terjadi dengan istri kita saat ini itu semua adalah ulah kita."
"Sebagai seorang suami kita adalah orang yang patut untuk di salahkan pertama kali, karena apa yang terjadi dengan istri kita, cermin bagaimana perlakuan kita selama ini terhadapnya."
Andre mengatakan hal tersebut dengan tenang kepada Prince.
Andre mengatakan hal tersebut, karena Andre mengetahui tabiat Prince yang sampai saat ini masih menjadi kendala bagi Prince.
"Lihat lah sendiri keadaan Laras malam ini, karena baik aku ataupun Lidia sudah sering melihatnya."
"Turun kan ego mu Prince, datangi Laras, dan berbicaralah dari hati ke hati, terkadang ego dari masing - masing yang menghancurkan hubungan yang sebenarnya masih saling mencintai."
Andre kembali berbicara kepada Prince, dan Prince saat ini hanya terdiam tanpa sepatah katapun.
"Baiklah, aku pamit dulu, keputusan ku serahkan kepada mu Prince, keputusan yang kita buat dengan tepat akan menentukan langkah berikutnya yang lebih berkualitas."
Setelah mengatakan hal tersebut Andre bangkit dari tempat duduknya dan menepuk - nepuk pundak Prince, lalu pergi meninggalkan Prince yang sampai saat ini masih duduk dengan tenang.
Ke dua tangannya memainkan melodi dengan mengetuk - ngetuk meja.
Menimbang segala sesuatu yang harus dia lakukan, menimbang segala sesuatu yang akan terjadi atas setiap keputusan yang akan di ambilnya.
"Pak Prince, apakah anda sudah selesai? jika anda sudah selesai sebentar lagi kita akan ke pusat kota untuk menemui klien kita."
Joe yang melihat Prince sudah sendiri segera masuk ke dalam restoran dan mengatakan hal tersebut kepada Prince.
"Joe, kemarikan kunci mobil mu."
"Kunci mobil ini pak? untuk apa?"
Joe mengatakan hal tersebut sambil memberikan kunci mobil kepada Prince.
"Joe, kau saja yang menemui klien tersebut, aku percaya kepada mu, malam ini ada satu orang yang sangat berarti yang akan aku temui lagi."
"Tapi pak, klien ini menginginkan bapak sendiri untuk menemuinya."
"Ya aku tau Joe, namun orang yang akan aku temui ini juga sangat ingin untuk aku sendiri yang datang kepadanya, hidup ku, semua yang aku miliki tidak ada artinya apa - apa jika orang yang akan aku temui ini kembali hilang, jadi aku mohon, kau yang menemui klien penting tersebut, aku percaya kepada mu Joe."
Dan setelah mengatakan hal tersebut Prince bangkit dari tempat duduknya dan langsung keluar dari dalam resto lalu masuk ke dalam mobilnya.
"Aku memang laki - laki paling bodoh di dunia ini, namun laki - laki bodoh ini ingin kembali menjadi laki - laki pintar dan belajar dari setiap kesalahan yang dia ciptakan sendiri."
Di dalam mobil saat melaju kan mobilnya dengan kencang Prince mengatakan semua hal tersebut.
Saat ini dirinya baru bisa mengerti, bahwa betapa berharganya seseorang yang dengan tulus memberikan hidupnya untuk kita.
Memberikan pelayanan yang terbaik dan mau tunduk di dalam kepemimpinannya yang terkadang egois.
Malam ini pada akhirnya Prince lebih bisa menghargai apa yang telah di lakukan orang lain terhadap dirinya..
Malam ini pada akhirnya Prince memiliki tekat untuk kembali membawa pulang miliknya yang paling berharga.
Yah miliknya yang paling berharga terlepas akibat ulahnya sendiri.