
Cukup mas, cukup mas Prince!
"
Laras mengatakan hal tersebut dengan setengah berteriak, ruangan VVIP yang kedap suara membuatnya bebas melakukan hal itu.
"Mas, pendek sekali pemikiran mu mas, menuduh aku seperti ini!*
Prince langsung tersenyum sinis ketika Laras mengatakan hal tersebut.
"Aku tidak menuduh mu, namun semua laki - laki akan memiliki asumsi ini, jika istri sah lebih memilih untuk tinggal berdua dengan laki - laki lain."
Prince mengatakan hal tersebut dengan nada yang sinis terhadap Laras.
"Apa peduli mu terhadap ku mas? bukankah selama ini kau juga tidak pernah mencintai aku? semua hal yang kau telah kau lakukan terhadap ku hanyalah kamuflase semata, aku juga tidak pernah tau apa yang ada di dalam hati mu saat kau menyentuh ku, apa yang ada di dalam hati mu saat kau menyentuh ku mas? aku juga tidak pernah tau bukan? jadi jika kau menanyakan hal itu, posisi kita adalah imbang."
"Pernikahan yang kita lakukan adalah pernikahan palsu!"
Laras mengatakan hal tersebut dengan menatap tajam ke arah Prince.
"Apapun perasaan mu terhadap ku, tetap saja hal itu tidak pantas Laras, tidak akan pernah pantas jika seorang istri menginap di rumah laki - laki lain."
"Lalu apa bedanya mas Prince yang juga memiliki Jesika!"
Laras yang saat tidak mau kalah kembali mengungkit hubungan Prince dengan Jessika.
"Sudah Laras kau tidak perlu repot - repot berdebat dengan laki - laki seperti ini!"
Deg
"Andre."
"Aku langsung menyusul mu ketika asisten rumah tangga di rumah mengatakan kau pergi ke cafe O untuk menemui seseorang dan firasat ku benar, ternyata kau menemui laki - laki ini."
"Kau pasti melakukan hal itu karena kabar yang kau terima tadi pagi bukan? terima kasih atas kekhawatiran mu Laras, namun aku sama sekali tidak pernah takut untuk menghadapi laki - laki ini."
Andre mengatakan hal tersebut dengan tatapannya yang sangat tajam kepada Prince.
"Jangan kau kira aku takut pada mu Prince untuk setiap hal yang telah kau lakukan kepada ku, aku tidak akan pernah takut untuk melawan mu!"
"kau tau apa yang membuat ku begitu percaya diri mengatakan hal ini kepada mu? karena ada satu orang wanita yang dengan sengaja membela ku mati - matian."
Andre mengatakan hal tersebut sambil merangkul pundak Laras.
"Dan hal itulah yang dibutuhkan laki -laki dewasa, menghargai orang lain, menghargai wanita yang mau berdiri di sampingnya meskipun keadaan laki - laki itu sama sekali bukan keadaan yang baik."
Deg
Ucapan Andre kali ini sungguh masuk relung hati Prince yang paling dalam, terlebih ketika Andre mengenggam erat pundak satu wanita yang seharusnya berdiri di sampingnya.
"Aku bangga kepada Laras, dan aku sangat berterima kasih kepadanya, sekarang coba kau lihat diri mu sendiri, kau berdiri sendiri, semua kau lakukan sendiri, kau jatuh dan bangkit juga sendiri, tidak ada satu orang yang setia mendampingi mu."
"Sehebat apapun laki - laki, akan tetap jatuh jika keangkuhan masih bersarang di dalam hati dan pikiran mu, jika harga diri mu begitu tebal dan tidak pernah bisa di raih, satu hal yang pasti jangan sampai kau menyesal kehilangan seseorang yang ternyata sangat berharga hanya karena fisik yang dia miliki tidak sesuai dengan apa yang kau mau."