MY PRINCE

MY PRINCE
MASA LALU



Sungguh saat itu terdengar suara yang sangat kencang dari laki - laki tersebut.


"Jika sampai seperti ini terus perusahaan akan rugi!"


"Tapi pak Prince meskipun tidak mencapai target namun penjualan tidak mengalami kerugian yang luar biasa bukan!"


Deg


Ke dua mata Prince langsung menyala dengan merah ketika mendengarkan salah satu karyawan berani melawan nya.


"Hari ini, ya hari ini kau di pecat, kau di pecat saat ini juga!"


Deg semua karyawan kini langsung terdiam


"Jika ada satu karyawan yang berani lagi melawan aku ,maka akhir dari semuanya adalah ini ."


Dengan tegas Prince kembali mengatakan hal tersebut kepada semua karyawan nya.


"Pak Prince di tunggu di ruang rapat."


Satu pengawal mengatakan hal tersebut kepada Prince


"Ya aku akan segera kesana."


Dengan ketus Prince mengatakan hal tersebut kepada salah satu stafnya.


"Selamat datang pak Johan."


Prince masuk ke dalam ruang rapat dan mendapatkan satu Klien besarnya sedang duduk di meja.


"Jadi apa yang akan kita bicarakan hari ini pak Johan?"


"Hal yang sangat menarik tentunya pak Prince."


"Hal menarik apakah yang sangat ingin anda katakan kepada ku?"


"Ini lihatlah."


Prince langsung mengambil satu berkas yang saat ini tergeletak begitu saja di atas meja.


"Aku berminat melakukan investasi besar untuk perusahaan anda pak Prince."


Deg


Prince yang mendapatkan perkataan tersebut seperti angin segar yang sangat ingin dia dengar kan


"Ya dan aku ingin kau membangun pusat perbelanjaan itu di Jepang."


Deg


Untuk pertama kalinya Prince terdiam ketika menyebutkan satu negara yang saat ini sangat tidak ingin Prince kunjungi..


"Jepang pak Johan? mengapa anda tertarik untuk melakukan investasi di negara tersebut?"


"Karena aku punya kenangan dengan negara itu."


Deg


Untuk kesekian kalinya dada Prince bergetar sangat hebat saat dirinya menyebutkan Negara Jepang.


"Apakah ada masalah untuk pak Prince jika aku menunjuk negara Jepang sebagai tempat investasi ku?"


Dengan cepat Prince langsung menggelengkan kepalanya.


"Sama sekali tidak pak, dimanapun Anda membutuhkan kami akan dengan baik melayani anda."


"Baik lah pak , katakan saja besar biaya nya berapa maka aku akan mengirimkan nya."


Dan setelah mengatakan hal tersebut pak Johan yang saat ini menjadi orang kaya dengan kekayaan berlimpah segera pergi dari tempat itu.


"Jepang, ya Jepang sesungguhnya aku sama sekali tidak ingin berada di negara itu, jika bukan karena bisnis besar ini mungkin aku belum siap untuk pergi menjelajahi negara itu lagi."


Prince mengatakan hal tersebut sambil memijit pelipisnya.


Satu negara yang sangat tidak ingin dia kunjungi saat ini karena di sana ada satu cinta yang belum siap dia jemput.


Namun pada akhirnya Prince tetap harus berangkat..


"Pengawal siapkan jet pribadi untuk ku pergi."


Prince mengatakan hal tersebut kepada salah satu pengawal.


"Baik pak Prince."


Dan setelah itu Prince memilih untuk kembali beraktivitas, ya kembali melakukan semua aktivitas nya dengan baik tanpa mencoba untuk mengingat kembali semua hal dari masa lalu yang kini mulai datang menghampiri nya


Masa lalu yang pernah membuatnya menangis meraung - raung dengan hebat di depan orang banyak, masa lalu dimana dia mencintai satu wanita yang sampai saat ini dia masih berpikir bagaimana bisa.