
Aku bangga kepada Laras, dan aku sangat berterima kasih kepadanya, sekarang coba kau lihat diri mu sendiri, kau berdiri sendiri, semua kau lakukan sendiri, kau jatuh dan bangkit juga sendiri, tidak ada satu orang yang setia mendampingi mu."
"Sehebat apapun laki - laki, akan tetap jatuh jika keangkuhan masih bersarang di dalam hati dan pikiran mu, jika harga diri mu begitu tebal dan tidak pernah bisa di raih, satu hal yang pasti jangan sampai kau menyesal kehilangan seseorang yang ternyata sangat berharga hanya karena fisik yang dia miliki tidak sesuai dengan apa yang kau mau."
Ke dua tangan Prince terkepal dengan sempurna saat dirinya mendengarkan semua perkataan dari Andre.
Sungguh saat ini ke dua matanya merah menyala, tersirat kemarahan yang begitu dalam dari Prince, kemarahan karena apa yang dikatakan oleh Andre semuanya itu benar.
Kemarahan karena melihat dengan bangga Andre memeluk pundak dari Laras, wanita yang saat di sampingnya sangat di sia - sia kan.
Namun kini wanita itu di puja di tangan laki - laki lain, dan memberikan dampak luar biasa bagi laki - laki tersebut.
"Ayo Laras kita pulang, lain kali kau tidak perlu mengemis lagi kepadanya, aku tidak akan pernah takut menghadapi serangan apapun darinya."
"Satu hal yang harus kau ingat Prince, belajar lah memiliki prinsip, bukan di kendalikan oleh orang tua di saat kita sudah bukan bocah laki - laki lagi."
Setelah mengatakan hal tersebut Andre mengandeng tangan Laras, dan mengajak Laras untuk meninggalkan tempat tersebut.
Kini Prince hanya bisa terdiam melihat kepergian mereka, ke dua pandangan Laras dan Prince saling bertemu, namun tidak ada satu kata pun terucap dari mulutnya selain hanya tatapan mata yang tidak pernah mengerti apa yang di maksudkan.
Di akhir setelah Andre dan Laras keluar dari tempat tersebut Prince hanya bisa mengatakan hal tersebut sambil memukul - mukul meja tempat dirinya memesan makanan.
Ada satu rasa sesal yang sebenarnya tidak mau di akui oleh Prince, namun rasa sesal tersebut terus menyeruak di dalam dadanya.
"Aku benci kau Andre, sejak dulu kenapa kau selalu berhasil mengambil apa yang aku inginkan, aku benci kau Andre karena sejak dulu selalu menjadi yang pertama dan aku sangat membenci mu saat ini karena kau telah mengambil sesuatu hal yang mulai aku pikirkan ternyata itu berharga."
Setelah selesai mengatakan hal tersebut Prince bangkit dari tempat duduknya dan langsung pergi begitu saja meninggalkan cafe O dengan perasaan yang hancur namun tidak terlihat langsung oleh mata.
Satu laki -laki tampan yang sangat di gila oleh banyak wanita, hari kalah dengan ego nya sendiri, kehilangan karena egonya sendiri..
"Kau tau Dre, mungkin kau bisa merebut semuanya dari ku, dan aku merelakan semua hal itu, namun untuk kali ini aku tidak akan pernah merelakan, aku akan mengambilnya kembali dengan sekuat tenaga yang aku miliki, ya aku berjanji!"
Setelah mengatakan hal tersebut Prince melaju kan mobilnya dalam kecepatan sedang ke arah jalan raya.
Mencoba untuk menerima bahwa keangkuhan bisa menghancurkan segalanya, belajar mengakui perasaannya sendiri, ya perasaan yang sebelumnya tidak pernah dia pikirkan, perasaan yang sangat anti dia aktifkan sampai kapan pun.