MY PRINCE

MY PRINCE
MEMBAWA HENDRA



Apakah dia menceritakan dia minum obat terlarang karena ingin sekali kurus?"


Seketika itu juga Andre langsung mengernyitkan dahinya.


"Darimana kau tau Lidia?"


"Aku menemukan ini Dre di dalam apartemen Laras, dan aku membaca semuanya."


Prince Langsung menatap tajam ke arah buku sedang berwarna merah tersebut.


"Buku harian? Laras punya buku harian?"


Dengan cepat Lidia langsung menganggukkan kepalanya.


"Ya dia punya buku harian berwarna merah


"


"Dan kau sudah membaca semua isinya?"


"Iya Dre."


"Hei sayang kenapa kau tidak pernah menceritakan semua hal ini kepada ku?"


"Maafkan aku Dre, namun ini adalah rahasia perempuan yang kau terkadang tidak perlu mengetahuinya, aku akan mengatakan jika memang diperlukan."


"Dan kau sudah mengatakan hal ini kepada ku."


"Tepat sekali, bukan hanya kepada mu, namun kepada Prince juga, aku mengatakan kebenaran bahwa Laras sebenarnya sudah mengetahui semua, namun saat ini Laras mencoba untuk tetap diam."


Seketika itu juga Andre hanya terdiam dan terus terdiam.


"Apa yang Prince katakan ketika pada akhirnya mengetahui rahasia itu?"


"Kau pasti bisa menebaknya lagi bukan? Prince sangat tidak percaya dengan semua hal ini, dan pada akhirnya memilih untuk diam, entah apa yang ada di dalam pikirannya saat dia terdiam."


"Ya sayang aku pun sama."


Lidia mengatakan hal tersebut dengan tersenyum.


"Lidia esok hari aku akan mengajak om Hendra ke sel, aku akan menjadikan om Hendra sebagai pengacara Laras, bagaimana?"


Andre kini meminta pendapat dari Lidia.


"Tak masalah Dre, selama yang mendampingi Laras itu adalah pengacara yang bagus, aku yakin akan ada penyelesaian kasus untuk Laras."


"Lalu bagaimana dengan biaya yang akan aku keluarkan untuk hal ini? pasti tidak lah murah, aku tau uang ku memang banyak, namun menjadi sebuah kesalahan jika aku menggunakan hal itu, tapi aku tidak memberitahukan hal ini kepada mu."


"Pakai lah Dre, pakailah aku setuju, terima kasih untuk setiap kejujuran mu."


"Sama - sama sayang, Lidia apa yang kau inginkan dari kasus Laras?"


"Yang aku inginkan hanya satu, Laras bisa mendapatkan rehabilitasi dengan baik, karena bagiku jika pencandu obat - obat terlarang di taruh di penjara kemungkinan kecil mereka pada akhirnya ingin lepas."


"Ya kau benar Lidia, penjara bukan tempat yang tepat untuk hal - hal seperti ini, namun tempat rehabilitasi lah tempat yang paling tepat untuk hal ini."


"Semoga permohonan yang besok kita ajukan di kabulkan dengan baik ya."


"Tapi Dre apakah kau tidak penasaran dengan setiap hal yang terjadi dengan Laras?"


Andre langsung mengernyitkan dahi ketika mendengarkan apa yang telah di katakan oleh Lidia.


"Apa maksud mu Lidia?"


"Apakah kau tidak penasaran dengan orang yang menjadi bandar besar itu? jika aku jadi diri mu aku akan mengusut sampai tuntas."


"Itu juga yang aku mau Lidia, namun saat ini aku harus menunggu untuk Laras betul - betul bisa jujur dengan semua hal yang telah dia sembunyikan, karena aku yakin ada beberapa hal yang sampai saat ini masih dia tutupi dengan sangat sempurna."


"Ya Laras memang sangat introvert, wanita introvert yang menjadi korban dari perdagangan obat - obat terlarang yang sampai saat ini kita sulit untu menangkapnya."