MY PRINCE

MY PRINCE
AMPLOP KECIL



Ibu Saraswati mengatakan hal tersebut kepada Prince dan juga Laras yang kini tersenyum kecil atas apa yang telah di katakan olehnya.


"Iya ma, Prince akan menjaga Laras dengan baik, Prince sangat mencintai Laras ma, Prince bisa gila jika tidak bertemu dengan Laras."


Prince mengatakan hal tersebut sambil membelai rambut Laras yang hitam pekat tersebut


"Ya sudah mama pergi dulu."


Dan setelah mengatakan hal tersebut Ibu Saraswati keluar dari dalam ruangan.


Dan membiarkan Prince menunggu Laras di dalam kamar.


"Selamat siang ibu Sarawati."


Deg


Ibu Sarawati sangat terkejut ketika ada satu laki - laki menyapa dirinya.


"Andre, apa lagi yang kau inginkan?"


Ibu Saraswati mengatakan hal tersebut kepada Andre yang sejak tadi memang sengaja menunggu ibu Saraswati tersebut keluar dari dalam ruang unit gawat darurat.


"Ada hal penting yang ingin aku bicarakan dengan anda."


Ibu Saraswati langsung mengernyitkan dahi ketika mendengarkan apa yang saat ini Andre sampaikan.


"Hal penting apa Andre? apakah masih kurang kau menganggu Keluarga ku?"


Dengan ketus ibu Sarawati mengatakan hal tersebut kepada Andre.


"Aku sedang tidak ingin menganggu siapapun, namun aku hanya ingin memberikan ini."


Andre memberikan alat tes kehamilan yang dimasukkan ke dalam plastik bening.


"Alat tes kehamilan?"


Dan dengan cepat Andre langsung menganggukkan kepalanya.


"Ya alat tes kehamilan Laras yang tertinggal di rumah ku."


Deg


"Saat ini aku ingin bertanya kepada ibu Sarawati, apakah ibu begitu yakin jika anak yang saat ini Laras kandung adalah darah daging dari Prince?"


"Apa maksud mu Andre!"


"Ibu jangan berpura - pura lupa Laras sempat menghilang dari rumah dan tinggal bersama dengan ku, cukup lama bukan?"


Deg


Di saat itulah ibu Saraswati mengerti arah pembicaraan dari Andre.


"Dan tentunya kaum ningrat seperti anda bukan orang yang bodoh di dalam hal ini bukan? ya aku yakin tidak."


"Laras tidak akan pernah mungkin mengaku apa saja yang telah dia lakukan selama tinggal bersama dengan ku, mana mungkin ada seorang pencuri yang mengakui bahwa saat ini dia sedang mencuri."


"Apakah anda tidak pernah menaruh kecurigaan? Laras yang tiba - tiba tinggal di rumah ku, lalu pulang dalam keadaan hamil?*


"Sungguh ini merupakan lelucon bagi anda jika anda dengan gampang percaya denah menantu anda sendiri di dalam hal ini."


"Aku tau anda sangat menginginkan harta suami anda kembali kepada anda bukan, bagaimana kalau kita bekerja sama di dalam hal ini?"


Deg


Dengan berani Andre mengatakan hal tersebut kepada ibu Saraswati, Andre yang gelap mata seakan - akan ingin melakukan segala cara agar bisa mendapatkan Larasati.


"Kerja sama apa yang kau maksudkan Andre?"


"Semua petunjuknya ada di dalam sini."


Andre memberikan satu amplop kecil kepada ibu Sarawati.


"Jika anda tidak mau di sebut kaum ningrat yang bodoh, tentunya anda akan memikirkan apa yang menjadi pemikiran ku yang sama juga dan anda akan bersedia mengikuti rencana di dalam amplop ini."


"Aku sarankan anda kembali ke tujuan awal yaitu menjodohkan Laras dengan Prince hanya sebuah keuntungan, karena jika tidak anda akan kehilangan nama baik anda sendiri."


Setelah mengatakan hal tersebut Andre pergi meninggalkan ibu Saraswati yang saat ini hanya bisa terdiam menerima amplop kecil tersebut.