
Pahit mas."
Laras mengatakan hal tersebut sambil mencoba untuk memegang lehernya.
"Tenang saja kau akan makin terbiasa, ayo minum lagi.*
Prince mengatakan hal tersebut sambil terus menuangkan minuman beralkohol dan memaksa Laras untuk terus meminumnya.
"Bagus, ayo terus minum, dan ayo terus minum!"
Prince mengatakan hal tersebut dengan penuh kebahagiaan, Prince kini semakin bahagia karena sudah melihat Laras mulai tidak sadar.
"Aku tidak akan membiarkan mu menikmati hubungan ini Laras, karena hanya Jesika yang berhak untuk mendapatkan kenikmatan sentuhan dari ku."
Prince mengatakan hal tersebut dengan perlahan ketika melihat Laras semakin tidak sadar.
Gairah Prince yang mulai naik karena obat yang dia minum membuat Prince kembali melakukan aksi liarnya.
Prince yang telah melihat Laras tergeletak di sofa langsung membuka semua pakaian Laras dan mencumbunya dengan kasar.
Prince sama sekali tidak mengizinkan Laras untuk mendapatkan kenikmatan atas hubungan suami istri yang seharusnya berhak dia dapatkan.
"Aku hanya butuh rahim mu untuk melahirkan anak ku, jadi aku tidak perlu susah - susah memikirkan bagaimana membahagiakan mu di dalam hal ini, cukup menanamkan bibit unggul ku di dalam rahim mu."
Prince mengatakan hal itu sambil terus melakukan penyatuannya terhadap Laras, Laras yang saat ini sudah dalam posisi tidak sadar, sama sekali tidak dapat merasakan kenikmatan sentuhan demi sentuhan dari suaminya sendiri.
Dirinya tak lebih dari seorang pelacur yang saat ini sedang dipakai oleh tamunya sendiri.
Berkali - kali Prince melakukan penyatuannya terhadap Laras, dan sengaja memasukkan ****** ***** ke rahim Laras berkali - kali.
"Aku harap secepatnya kau hamil, jika tidak aku akan sulit berpikir bagaimana lagi caranya agar aku bisa melakukan hal ini dengan mu, karena sejujurnya aku sangat jijik ketika melakukan ini dengan mu.
"
Prince mengatakan hal tersebut setelah dirinya selesai melakukan penyatuan dan menggunakan kembali semua pakaiannya.
Setelah Prince mengatakan hal tersebut, Prince langsung bangkit dari tempat duduknya, keluar dari dalam kamar dan meninggalkan Laras yang masih pingsan dan dalam keadaan telanjang.
Di dalam kamar dengan suhu ruangan yang dingin Prince sama sekali tidak memikirkan keadaan Laras.
Yang Prince lakukan masuk ke dalam mobil dan langsung melajukan mobil tersebut keluar dari rumah menuju ke arah jalan raya.
Pagi yang masih dingin kini berganti dengan siang, dengan perlahan Laras mulai kembali membuka ke dua matanya.
"Apa yang terjadi dengan ku?"
Begitu membuka mata, Laras sangat terkejut karena saat ini bangun dalam keadaan telanjang di sofa kamar.
"Apa yang sebenarnya terjadi? kepala ku sakit sekali?x
Laras mengatakan hal tersebut sambil memegang kepalanya dan mencoba untuk memunggut satu persatu pakaiannya yang kini sudah berserakan di lantai.
Dengan cepat Laras menggunakan kembali semua pakaiannya dan kembali duduk di sofa untuk mengingat - ingat apa sudah terjadi dengannya saat ini.
"Aku masuk ke kamar ini dan duduk di samping mas Prince, lalu mas Prince memaksa ku untuk minum."
Deg
Tiba - tiba saja ingatan Laras tersadar ketika dirinya menyebutkan kata minuman.
"Alkohol, aku meminum alkohol, astaga ini gatal!
"
Seketika itu juga Laras menggaruk semua tubuhnya.
"Mas, kenapa kau jahat kepada ku? sudah aku katakan jika aku tidak suka alkohol, dan kau tetap memberikan kepada ku."