MY PRINCE

MY PRINCE
TIDAK SINGKRON



Sementara itu di salah satu kamar dan di tempat yang lainnya, ada satu laki - laki sedang duduk menatap ke arah jendela sesekali memandang ke arah kaca dan juga foto yang berada di dalam genggaman tangannya.


"Ini sangat menarik, ya menarik sekali, aku suka dengan permainan ini, sangat suka."


Dengan tersenyum sinis sambil menegak minuman beralkohol laki - laki tersebut mengatakan hal itu pada malam hari ini.


Babak baru yang akan dihadapi oleh Prince dan Laras pada akhirnya akan segera di mulai, ya babak baru yang akan mempertaruhkan cinta kasih mereka yang saat ini kembali mereka rasakan.


Malam hari ini satu pasang suami istri telah mencapai titik puncak kenikmatan yang tiada tara tanpa adanya lagi rasa malu.


"Selamat pagi sayang."


Seperti biasa pagi ini Prince kembali bangun terlebih dahulu sambil menciumi puncak kepala Laras.


"Mas, maafkan, aku terlambat bangun lagi."


Dan untuk kesekian kalinya setelah pertempuran panjang Laras pasti akan terlambat bangun.


"Ya sayang, aku tidak akan pernah marah kepada mu hanya gara - gara ini, lagipula bagian dapur kan sudah di urus oleh bi Ijah bukan?"


Prince mengatakan hal tersebut sambil kembali memeluk erat sang istri di atas tempat tidur.


"Iya mas, tapi aku juga ingin memasak untuk makan pagi."


"Bagiku yang terpenting saat aku makan kau ada di samping ku itu semua sudah sangat cukup bagiku."


Prince mengatakan hal tersebut dengan kembali mendekap Laras karena gemas.


"Mmmas apakah mas tidak bisa berbicara namun melepaskan pelukan mu? sungguh sesak sekali sehingga membuat ku menjadi sulit untuk bernafas."


"Ah maafkan aku sayang, aku terlalu gemas kepada mu, sangat gemas, apalagi dengan permainan panas kita semalam."


Dimana Laras sangat terlihat agresif karena Prince telah menyentuh titik kelemahannya dengan sangat baik.


"Mmaas maafkan Laras, semalam, semalam."


"Sssstt sudah, aku tidak ingin mendengarkan mu lebih lanjut."


Prince mengatakan hal tersebut sambil menempelkan jari telunjuknya ke bibir Laras.


"Semalam aku sangat suka dengan agresif mu sayang, ya sangat suka, aku berharap kau lebih agresif lagi."


Prince mengatakan hal tersebut sambil kembali mencoba untuk mendekap tubuh Laras.


"Laras sayang terima kasih."


"Terima kasih untuk apa mas?"


"Terima kasih karena pada akhirnya kau mau untuk menerima ku kembali di hati mu, hal itu bisa terlihat nyata atas kejadian semalam yang telah kita lakukan bersama, saat kau tidak menolak semua sentuhan ku, saat kau yang meminta kepada ku untuk aku sentuh, di saat itulah aku merasa jika pada akhirnya aku bisa di terima kembali oleh mu, terima kasih sayang."


Deg


Dan saat itulah Laras Kembali terdiam dengan semua perkataan Prince, kini dirinya menjadi bingung sendiri atas apa yang telah terjadi semalam, dirinya menjadi bingung mengapa begitu liar, dan kini Laras menjadi gundah dengan hati dan tujuan awal mengapa sampai pada akhirnya dia mau menyerahkan kembali dirinya kepada Prince.


"Mas, mandilah, aku lapar ayo kita sarapan."


"Ya sayang apakah kau tidak mau untuk ikut mandi bersama dengan ku lagi?"


Dengan cepat Laras langsung menggelengkan kepalanya.


"Tidak mas, tidak."