
Dengan cepat Laras keluar dari kamar dan menghampiri Prince yang sejak tadi sedang mengurus beberapa pekerjaan dengan sang asisten.
"Mas Prince, Laras sudah siap."
Laras mengatakan hal tersebut dengan pelan dan kini ke dua mata Prince langsung menatap tajam sang istri tercinta dengan semua baju yang telah dipakai istrinya saat ini.
"Sayang hari ini kau sangat manis, semua pakaian dan aksesoris yang kau pakai membuat mu bertambah manis."
Prince mengatakan hal tersebut sambil berdiri dari tempat duduknya dan langsung memeluk sang istri.
"Terima kasih mas atas pujiannya, apakah kita berangkat sekarang atau nanti?"
Laras yang saat ini sedang tidak ingin dipuji langsung mengalihkan pembicaraan.
"Tentu saja sayang, ayo berangkat, Joe selesaikan pekerjaan mu, hari ini biarkan aku yang membawa mobil bersama dengan istri y yang cantik."
"Baik pak Prince."
Asisten Joe mengatakan hal tersebut sambil menyerahkan kunci mobil.
"Sayang ayo kita pergi."
Prince mengatakan hal tersebut sambi mengandeng tangan Laras lalu mereka keluar dari dalam rumah dan langsung menuju ke parkiran mobil.
Sementara itu Joe yang sejak tadi menatap Prince dan juga Laras, dengan perlahan mulai menggelengkan kepalanya.
"Mustahil, mana mungkin, ah lebih baik aku mengerjakan semua tugas yang telah diberikan pak Prince kepadaku.
Joe yang sedang memikirkan sesuatu pada akhirnya buru - buru menghapus pikiran yang menurutnya pikiran tersebut sudah tidak masuk akal lagi, Joe yang sebenarnya curiga akan satu hal pada akhirnya memilih untuk tetap diam.
"Perjalanan Prince dan Laras tidak berlangsung lama, siang ini mobil mereka sudah memasuki parkiran salah satu hotel megah kepusat kota.
"Ayo sayang kita masuk, sematkan tangan mu di lengan ku, aku ingin berjalan berdampingan dengan wanita yang aku cintai, aku harap kau mengingat semua perkataan yang sudah aku ucapkan kepada mu."
Dengan cepat Laras dan Prince pada akhirnya turun dari dalam mobil dan langsung menuju ke tempat pertemuan tersebut.
"Mas kenapa mas tidak mengatakan jika pagi ini yang hadir adalah tamu - tamu penting mas Prince."
Laras mengatakan hal tersebut dengan cara berbisik kepada Prince, saat ini ke dua mata Laras sedang melihat begitu banyak orang kaya yang masuk ke dalam hotel untuk mengikuti acara dari awal sampai akhir.
"Peduli apa aku dengan mereka sayang, yang paling penting saat ini kau ada di dekat ku."
Prince mengatakan hal tersebut sambil kembali membisikkan nya kepada Laras.
"Ayo sayang kita masuk."
Prince dan Laras pada akhirnya masuk ke dalam hotel dan berjalan menuju ke ruangan untuk mereka bisa memulai acara tersebut dengan baik.
"Sayang ku, mama kira kau tidak akan datang sayang."
Satu wanita paruh baya datang dan menghampiri Prince dan Laras yang kini telah berhasil masuk ke dalam rumah
"Mana mungkin aku tidak datang ma, jika ini menyangkut perkejaan di kantor."
"Sayang ini mama."
"Laras sayang, mama sungguh sangat merindukanmu."
Ibu Saraswati mengatakan hal tersebut dengan memeluk Laras dengan sangat erat.
"Kabar Laras baik Bu."
"Sayang maafkan mama yang belum berkunjung ke rumah kalian, mama beberapa Minggu ini baru saja tiba dari Korea Selatan dan pagi ini kebetulan sekali bertemu dengan mu."