MY PRINCE

MY PRINCE
BIJAKSANA



Prince tidak menyangka jika semua sudah di rencanakan dengan matang oleh sang ibunda.


"Iya ma Laras akan tanda tangan."


Tanpa menaruh curiga Laras langsung membubuhkan tanda tangannya di atas materai tersebut.


"Baiklah sayang dengan ini semua harta resmi ada di tangan suami mu tercinta, saat ini kau bisa fokus dengan kehamilan mu."


"Ya ma, terima kasih sudah bersedia untuk datang dan mengurus ini semuanya dengan baik ya ma, terima kasih untuk mas Prince juga."


"Baiklah mama pamit pulang dulu ya Laras, Prince, karena mama harus segera pergi ke kantor."


"Siap ma."


Dan setelah mengatakan hal tersebut Ibu Saraswati langsung beranjak dari kursinya dan pergi dari ruang kerja Prince.


"Sayang, kenapa kau begitu yakin dengan ku?"


Begitu sang ibunda keluar satu hal yang langsung Prince tanyakan kepada Laras.


"Haruskah aku menjawabnya lagi mas?"


"Ya kau harus menjawabnya lagi."


"Sederhana, karena mas adalah suami ku."


"Itu saja?"


Dengan cepat Laras langsung menganggukkan kepalanya.


"Iya mas, tidak ada alasan yang lebih kuat dari itu untuk Laras harus menyerahkan semua hal yang Laras punya."


"Bagaimana jika aku tidak bisa menjadi suami yang baik untuk mu sayang?"


Sejenak Laras terdiam dengan semua perkataan dari Prince.


"Jika mas tidak bisa menjadi suami yang baik bagi Laras? maka Laras akan menjadi istri yang baik bagi mas Prince."


Deg


Sungguh saat ini Prince menjadi sangat bingung mendengarkan jawaban dari Laras.


"Maksudnya jika Laras bisa menjadi istri yang baik untuk mas, maka mas juga pasti bisa berubah, karena ."


Sejenak Laras menghentikan ucapannya.


"Karena istri yang baik akan memberikan contoh yang baik pula kepada suaminya dan kita bisa sama - sama belajar untuk saling melengkapi, semua itu tidak ada yang sempurna mas, semuanya punya prosesnya masing - masing."


Laras tersenyum dengan semua yang Laras katakan sendiri.


"Jadi bukan hanya mas saja yang bisa tidak baik, namun Laras juga bisa juga suatu saat menjadi istri yang tidak baik untuk mas."


"Jika itu yang terjadi, bukan kita membuangnya namun kita harus memperbaikinya bersama - sama dengan baik."


Deg


Sungguh Jawaban yang sangat bijak dan itu membuat Prince terdiam.


Terdiam karena Laras yang begitu positif, terdiam karena di satu sisi mengetahui rencana busuk dari ibunda tercintanya.


"Ada apa mas? apakah yang Laras katakan itu salah?"


Dengan cepat Prince langsung menggelengkan kepalanya.


"Sama sekali tidak salah sayang, aku hanya terkesima dengan jalan pemikiran mu yang tidak semua orang memiliki nya, aku tidak menyangka jika selama ini aku memiliki istri yang sangat bijaksana."


Laras tersenyum dan mengenggam tangan Prince.


"Bersama - sama akan membuat kita menjadi semakin bijaksana."


"Ya kau benar, baiklah aku akan bersiap - siap sebentar lagi aku akan ke kantor, hari ini aku akan bertemu dengan klien penting."


"Ya sudah mas, ayo segera bersiap - siap, jangan sampai mengecewakan orang banyak, mas harus datang lebih awal."


"Iya sayang, terima kasih untuk dukungan nya yah."


"Iya mas, ayo aku bantu siapkan kebutuhan mas Prince."


Dan setelah mengatakan hal tersebut Laras dan Prince bangkit dari tempat duduknya dan Laras mempersiapkan semua kebutuhan Prince untuk berangkat ke kantor pagi ini, semua kebutuhan Prince di siapkan oleh Laras.