MY PRINCE

MY PRINCE
SIKAP AROGAN



Andai kau tau mas, aku sangat ini menuntut Keluarga mu atas apa yang telah dilakukan oleh ibu Sarawati kepada ibu ku, mas apakah kau tidak pernah berpikir jika aku sudah mengetahui semuanya dengan baik?"


"Apakah kau pernah berpikir apa yang sebenarnya membuat aku ikut ke negara ini mas."


Laras mengatakan hal tersebut sambil menangis dan mencengkram seprai kuat - kuat.


Rasa di perlakukan tidak adil terus masuk ke dalam relung hatinya yang paling dalam, dan hal inilah yang membuatnya sulit atau masih di dalam kebimbangan sekaligus rasa benci.


Hari ini pada akhirnya Laras menguyur seluruh badannya dengan air dingin.


"Kau tau mas Prince, dengan kau membawa ku kemari dan aku terbangun dalam keadaan yang seperti ini, itu semakin membuat aku benci kepada mu."


Di bawah guyuran air dingin Laras mengatakan hal tersebut sambil masih terus menangis.


Sementara itu Prince yang hari ini memulai segala aktivitasnya sama sekali tidak berkonsentrasi, dirinya terus kembali mengingat Laras ya Laras dan segala sesuatu tentangnya.


"Malam pak Prince, besok adalah jadwal kepulangan bapak dari Tokyo, apakah bapak akan langsung kembali atau akan tetap menetap disini untuk beberapa hari?"


Joe mengatakan hal tersebut dan masuk ke dalam hotel tempat Prince menginap.


"Pak, apakah bapak mendengarkan apa yang saya katakan?"


Joe kembali mengatakan hal tersebut karena saat ini masih melihat Prince duduk tanpa ekspresi di depan kaca jendela.


"Ah maafkan aku Joe, apakah kau sudah lama berada disini?"


Prince yang tidak menyadari kehadiran Joe, kembali menanyakan hal itu.


"Baru sebentar."


"Jadi apa yang ingin kau tanyakan Joe?"


Dan dengan menarik nafas panjang Joe kembali mengatakan semuanya.


"Pergilah Joe, aku akan tinggal di sini untuk beberapa saat."


Dengan cepat Prince mengatakan hal tersebut kepada Joe.


"Kau tak perlu repot - repot mengurus ku, karena aku bisa mengurus diri ku sendiri, tangani saja kantor dengan baik, lalu lakukan pekerjaan mu dengan baik juga."


"Baiklah pak jika itu sudah menjadi keputusan bapak."


"Ya pergilah, dan segera kembali."


Dengan tegas Prince mengatakan hal tersebut kepada Joe yang sebenarnya mengharapkan dirinya untuk ikut Kembali karena tumpukan pekerjaan yang sangat banyak.


"Laras aku hanya akan kembali ke Indonesia dengan mu saja, aku tidak akan pernah kembali ke negara ku sendiri tanpa mu lagi, aku tidak mau lagi membiarkan mu menghilang dengan sangat lama, ya apapun akan aku lakukan untuk bisa mengambil mu kembali berada di dalam genggaman tangan ku."


Prince mengatakan hal tersebut dengan mencengkram tangannya sendiri kuat - kuat.


Sikap arogannya kini dengan nyata dia perlihatkan dan dengan segala cara dia akan membawa Laras untuk kembali


Malam hari ini pada akhirnya Prince tidur dengan segudang rencana untuk bisa membawa Laras kembali...


"Good morning bibi."


Pagi ini seperti biasa Angel datang ke apartemen Laras bersama dengan Lidia


"Angel sayang, bibi sangat merindukanmu."


Laras mengatakan hal tersebut sambil menggendong gadis kecil yang sudah di anggap olehnya sebagai anak sendiri.


"Laras, bagaimana keadaan mu hari ini? ini ada jahe hangat kesukaan mu."