MY PRINCE

MY PRINCE
SABAR



Jangan bekerja keras lagi, jangan mengotori tangan mu ini lagi dengan perkejaan demi pekerjaan berat seperti apa yang pernah kau lakukan di Jepang."


"Sebagai seorang suami, aku akan semakin merasa gagal jika kau masih bekerja keras sedangkan aku hidup berkelimpahan."


Prince mengatakan hal tersebut sambil mengenggam tangan Laras.


"Tapi mas, aku belum bisa menerima sebanyak ini, bagaimana jika aku mengambil ATM saja? nanti mas Prince bisa Transfer kepada ku, untuk kartu kredit ini aku tidak bisa menggunakan mas, karena aku juga tidak tau harus menggunakan dalam hal apa."


Laras mengatakan hal tersebut sambil mengembalikan kartu kredit tersebut ke dalam genggaman tangan Prince.


"Baiklah aku terima penawaran mu sayang, tapi merupakan hak ku untuk berapa nominal yang akan kau terima setiap bulannya."


Laras kini hanya bisa mengangguk-anggukkan kepalanya.


"Iya mas, Laras tidak akan melarang mas Prince untuk memberikan."


"Terima kasih sayang, baiklah aku harus segera pergi ke kantor."


Dan setelah mengatakan hal tersebut Prince bangkit dari tempat duduknya dan mulai melangkahkan kaki.


"Tunggu mas."


Laras mengatakan hal tersebut sambil meraih tangan Prince, Prince yang kaget mendapatkan sentuhan Laras langsung membalikan badannya.


"Ada apa sayang? apakah kau butuh sesuatu? katakan saja?"


"Mas, aku ingin memeluk mu dengan kasih sayang."


Deg


"Dengan sangat senang hati."


Setelah Prince mengatakan hal tersebut, Laras bangkit dari tempat duduknya dan langsung memeluk Prince dengan penuh kasih sayang


Sungguh saat ini jantung Prince berdegup dengan sangat kencang, pagi ini satu wanita yang sangat ingin dia peluk tiba - tiba saja menawarkan dirinya sendiri.


"Aku berdoa, agar semua pekerjaan yang mas lakukan hari ini berhasil, dan aku berdoa Tuhan menyertai apapun yang akan mas putuskan, keputusan demi keputusan yang mas akan keluarkan bukan karena emosi atau karena pengaruh orang di sekitar, namun semua itu karena hikmat yang Tuhan berikan kepada Mas Prince."


Laras mengatakan hal tersebut dengan perlahan masih di dalam pelukan dari Prince.


"Amin sayang, amin, terima kasih ucapan mu saat ini itu sangat berarti untuk ku."


Setelah mengatakan hal tersebut Laras segera mengendurkan pelukannya dan kini ke dua pasang mata tiba - tiba saja saling menatap.


Naluri laki - laki yang Prince miliki tiba - tiba muncul begitu saja, saat ini ingin rasanya dia melahap bibir Laras yang sejak tadi dia terus pandangi.


"Aku pergi dulu sayang."


Prince mengatakan hal tersebut sambil mencium kening Laras, lalu meninggalkan ruang kerjanya.


Sungguh saat ini Prince selalu melakukan pengendalian diri yang sangat luar biasa, agar dia tidak menerkam Laras dengan ganas, sungguh hal itu terasa begitu berat baginya.


Ya wanita yang sangat dia cintai begitu berada sangat dekat dengan dirinya, namun dia seperti tidak memiliki hak apapun untuk menyentuhnya lebih dari seperti yang dia inginkan.


"Sabar Prince ya kau harus sabar, kau tidak boleh mengedepankan nafsu mu, ingat bahwa wanita yang kau cintai saat ini sedang melihat kesungguhan hatimu lebih lagi, ya lebih lagi."


Di dalam mobil pada akhirnya Prince hanya bisa mengatakan hal tersebut dengan perlahan.