MY PRINCE

MY PRINCE
KEMBALILAH



Ah iya maafkan aku mbak Laras, kedatangan ku kemari sebenarnya hanya ingin mengetahui kabar Andre saja, namun aku yang lupa, Andre adalah seorang dokter yang tentunya sangat sibuk jadi saat aku datang aku tidak bisa bertemu dengan Andre."


"Iya ibu Lidia, setiap pagi Andre sudah berangkat ke rumah sakit."


"Ah seperti itu sangat dekat sekali yah kalian persahabatan yang sangat baik, sampai - sampai Andre mengizinkan wanita yang bukan istrinya bisa tinggal satu atap dengan dirinya."


Deg


Laras langsung terdiam dengan perkataan dari Lidia.


"Maaf ibu Lidia apakah ada yang bisa saya bantu untuk saya sampaikan ke pak Andre?"


Laras mencoba untuk tetap bersikap lembut kepada Lidia yang sejak tadi terus menyindirnya.


"Katakan saja kepada bapak Andre, aku dan anaknya datang untuk berkunjung."


Deg


Ke dua mata Laras langsung menatap tajam ke arah Lidia dan juga troli bayi tersebut.


"Anak? Andre sudah memilki anak?"


Saat ini Laras mengatakan hal tersebut dengan sangat heran kepada Lidia.


"Iya mbak Laras, apakah mbak Laras memperhatikan aku? jika iya tentu mbak Laras mengetahui siapa aku?"


Dan seketika itu juga Laras sadar jika Lidia sangat mirip dengan wanita yang berada di dalam video itu.


"Anda, adalah wanita yang ada di dal video itu?"


Dengan suara pelan Laras mengatakan hal tersebut.


"Ya mbak Laras, aku adalah wanita yang ada di dal video itu, wanita yang melakukan hubungan badan dengan Andre dan kami video kan, aku sendiri sangat heran mengapa video pribadi kami ini bisa tersebar ke media, dan setelah aku telusuri, aku mengetahui siapa yang telah dengan sengaja menyebar kan hal ini dan apa motifnya."


"Namun aku tidak akan membahas hal itu lebih dalam, karena saat ini ada hal yang lebih penting yang ingin aku bicarakan dengan Andre."


"


"Iya hal penting mengenai anak kandungnya dan Andre masih belum mengetahui bahwa saat ini dia suda memiliki seorang anak."


Deg di saat itulah Laras sadar seperti apa masa lalu Andre yang sebenarnya.


"Kenapa mbak Laras? kenapa Anda terdiam apakah Andre tidak pernah menceritakan hal ini kepada anda?"


Lidia terus mencecar Laras dengan pertanyaan demi pertanyaan tersebut.


"Aku, sama sekali tidak mengetahuinya maafkan aku ibu Lidia."


"Dengan cepat Lidia langsung melambaikan tangannya."


"Sudah mbak Laras itu tidak masalah, mbak Laras itu tidak masuk ke dalam cerita kami, aku sangat mengerti keadaan mbak Laras."


Lidia mengatakan hal tersebut sambil tersenyum kepada Laras.


"Namun jika aku boleh saran kan untuk mbak Laras tidak tinggal dengan Andre jika mbak Laras sudah berkeluarga alangkah lebih baiknya untuk mbak Laras kembali, karena sedekat apapun persahabatan laki - laki dan wanita tetap harus memiliki batasan apalagi jika salah satu dari kalian sudah menikah."


"Maafkan aku mbak Laras, aku tidak bermaksud untuk mencampuri urusan mbak Laras, namun aku mengenal baik Prince."


Deg


Seketika itu juga Laras tercekat ketika satu nama laki - laki disebutkan oleh Lidia.


"Mas Prince? anda kenal dengan mas Prince?"


Dan dengan cepat Lidia langsung menganggukkan kepalanya.


"Ya mbak, aku, Andre dan juga Prince adalah sahabat lama, meskipun Andre dan Prince selalu berselisih paham namun mereka berdua itu saling mendukung dan tetap saling menolong jika ada satu hal."