
Mencoba untuk menghilangkan semua rasa sakit dengan hal yang saat ini terus Laras lakukan pasti akan membuatnya lebih menderita.
Sementara itu di salah satu kedai kopi nampak Prince dan Andre yang pagi ini kembali bertemu.
"Jadi ini adalah tempat Laras bekerja?"
Hari ini Andre menunjukkan lokasi Laras bekerja selama di Jepang.
"Ya Laras bekerja dari pagi sampai malam, lalu malam setelah selesai bekerja dia akan langsung ke tempat hiburan malam, hal tersebut yang terus Laras lakukan selama di Jepang."
Prince memandang tajam beberapa foto yang saat ini di kirimkan Andre melalui ponselnya.
"Sekeras ini dia hidup disini?"
Prince mengatakan hal tersebut dengan berapi - api.
"Ya Prince hal itulah yang sebenarnya terjadi pada Laras, selama ini dia selalu menolak bantuan yang aku dan Lidia bisa berikan."
"Laras lebih memilih untuk menggunakan kemampuannya sendiri, meskipun dia harus bekerja di tiga tempat yang berbeda sepanjang hari."
Tidak ada lagi yang bisa Prince katakan selain hanya terdiam dan terus terdiam dengan semua hal yang saat ini dia terima.
Di Indonesia Prince bisa hidup dengan sangat enak, semua itu terjadi karena Laras yang sudah mengembalikan harta warisan atas namanya, namun saat ini Prince melihat kehidupan Laras yang sangat tidak stabil dan itu membuat dadanya sangat sesak.
"Baiklah terima kasih untuk setiap informasi yang telah kau berikan kepada ku Dre, kau harus tau semua informasi ini sangat berarti untuk ku lebih dalam lagi membuatnya kembali percaya kepada ku."
"Ya aku mengerti yang kau maksudkan Prince, mungkin cerita kita tidak sama, namun posisi kita sama, yaitu ingin kembali mendapatkan kepercayaan dari wanita yang kita cintai."
"Terkadang kita sendiri tidak mampu untuk membalut luka yang terlanjur dalam itu, satu - satunya cara adalah memohon kata maaf darinya."
"Kita juga harus mengetahui bahwa memaafkan itu memiliki prosesnya masing - masing, namun di sini lah kita harus membantu wanita yang kita cintai untuk berproses di sana."
"Ya kita membantu dengan sebisa mungkin tidak menyakiti hatinya lagi, dan memberikan, mencurahkan kasih sayang yang berlimpah kepadanya."
Prince langsung menganggukkan kepalanya saat mendengarkan semua perkataan Andre.
"Ya kau benar Dre, saat ini aku sama sekali tidak menuntut banyak terhadap Laras, karena aku tau apa saja yang sudah aku lakukan kepadanya di masa lalu, namun saat ini aku hanya ingin dia bersedia pulang kembali ke Indonesia dengan ku, aku tidak aka pernah tega membiarkan wanita yang aku cintai hidup serba kekurangan di sini, sedangkan aku bisa melakukan banyak hal disana."
"Jika aku pulang ke Indonesia tanpanya mungkin aku bisa bisa Dre."
"Ya lakukan saja Prince dan berjuang lah.*
Dan setelah mengatakan hal tersebut kedua laki - laki saling berpisah.
Menjelang siang dengan sengaja Prince menggunakan transportasi umum untuk menuju ke tempat Laras bekerja.
Sementara itu Laras yang saat ini sedang bersiap-siap merasakan kegundahan hati yang sangat.
"Ada apa dengan ku? mengapa siang ini rasanya lain? "
Laras mengatakan hal tersebut sambil menatap kaca riasnya yang kecil.
"Ah mungkin hanya perasaan ku saja, lebih baik aku segera berangkat bekerja."