MY PRINCE

MY PRINCE
URUS DiA



Semalam aku harus terus membayangkan mu Jesika saat aku harus menyentuh wanita gendut ini, ya membayangkan tubuh indah mu, dan semua sentuhan hangat mu terhadap ku, kau tau saat aku mencoba untuk mencium wanita gendut ini, satu hal yang selalu aku bayangkan, yaitu saat ini aku sedang menciumi mu, saat ini aku sedang melakukan hubungan suami istri dengan mu, bukan dengan wanita gendut ini, karena fantasi ku tentang mu, yang membuat aku berhasil menyentuhnya.


"Jes, aku berharap pernikahan buruk ini segera berakhir dan aku akan menjemputmu wanita ku yang cantik."


Prince mengatakan hal tersebut dengan perlahan sambil menutup wajah dengan ke dua tangannya.


"Lebih baik aku menemui Jesika, dia pasti marah akibat apa yang telah mama lakukan kepadanya."


Setelah mengatakan hal tersebut Prince segera bangkit dari tempat tidur dan menggunakan semua pakaiannya, lalu pergi begitu saja dari kamarnya sendiri.


Prince sama sekali tidak memberikan kecupan sayang kepada Laras, Prince sama sekali tidak membangunkan Laras, satu penyesalan terbesar yang Prince telah lakukan yaitu melakukan hubungan badan bukan dengan wanita cantik.


"Ah sudah pagi."


Laras yang pada akhirnya mulai membuka ke dua mata mengatakan hal tersebut sambil mencari - cari Prince di samping dia berbaring.


"Mas Prince sudah tidak ada rupanya, ah pasti dia sudah bangun, aku yang terlambat, aku harus cepat - cepat menyiapkan makan pagi untuknya, aku tidak mau mas Prince kecewa.


Laras yang sadar jika dirinya bangun terlalu siang bergegas bangun dari tempat tidurnya.


"Ah sakit, perih sekali."


Laras mengatakan hal tersebut ketika berdiri dan hendak berjalan ke arah kamar kamar mandi.


"Apakah semua wanita akan mengalami hal yang sama seperti ini? jika iya, berarti malam pertama itu sakit."


Laras mengatakan hal tersebut sambil mengernyitkan dahi.


Di dalam kamar mandi, dan di depan cermin Laras mengatakan hal tersebut sambil melihat tanda kepemilikan yang diberikan Prince kepadanya.


"Leherku merah sekali, mas Prince apa saja yang kau lakukan kepada ku semalam mas?"


Laras terus mengatakan hal tersebut sambil memandang ke arah cermin, namun tak lama kemudian tiba + tiba saja wajahnya bersemu merah.


"Detak jantungnya, hembusan nafasnya aku masih bisa merasakan, ya aku masih bisa merasakan."


"Arrh rasanya seperti mimpi, tadi malam kami melakukan hal itu, tadi malam dia pada akhirnya menyentuh ku, ya menyentuh ku sampai garis batas, arrrrh aku malu jika aku mengingat peristiwa semalam."


Laras mengatakan hal tersebut sambil menggelengkan kepalanya.


"Mas aku akan mengabdikan diri ku untuk mu, ya mas untuk mu selamanya, terima kasih untuk tadi malam apa yang kau berikan kepada ku adalah pemberian yang perlu dengan cinta."


Laras kembali mengatakan hal tersebut sambil menutup wajah dengan ke dua tangannya.


Sungguh saat ini wajahnya akan berubah menjadi merah, ketika dirinya mengingat semua peristiwa demi peristiwa yang berhasil membuatnya melayang sampai langit paling tinggi.


Sementara itu di lain tempat, namun di pagi yang sama .


"Jes, Jes buka pintunya, buka pintunya aku akan menjelaskan semua ini kepada mu."


Pagi ini Prince sengaja datang ke rumah Jessika untuk menjelaskan apa yang telah terjadi sepenuhnya.


"Untuk apa lagi kau datang Prince, sudah urusi saja wanita gendut mu itu Prince