MY PRINCE

MY PRINCE
IKUTLAH AKU



Dre kau sudah tau akan semuanya?"


Dengan cepat Andre langsung menganggukkan kepalanya.


"Ya aku tau, Laras yang menceritakan semuanya kepada ku selama perjalanan kami ke puncak."


Deg


Lidia kini hanya bisa terdiam mendengar semuanya dari mulut Andre


"Kenapa kau menyangka aku dan Laras ada hubungan khusus bukan?


Dengan cepat Lidia langsung menganggukkan kepalanya..


"Ya Dre aku kira nih seperti itu, namun ternyata sepertinya tidak seperti yang aku bayangkan."


Andre langsung tersenyum sinis ketika Lidia mengatakan yang sebenarnya dari hatinya yang paling dalam segala asumsi Andre dan Laras yang tidak Lidia tau.


"Kau benar Lidia, sebelumnya aku memang sangat menginginkan Laras, aku tau dia bukan wanita yang cantik, dan aku tau dia bukan selera ku juga ,namun kenapa aku sempat tertarik kepadanya, itu karena dia berbeda ya sangat berbeda bahkan aku rela melakukan segala cara agar aku bisa mendapatkan apa yang aku inginkan."


"Lalu apa lagi Dre."


"Namun semuanya luluh saat aku mengetahui siapa laki - laki yang sampai saat ini masih di cintai oleh Laras, laki - laki yang hanya satu ada di dalam hatinya Laras."


"Detik itu juga aku sadar bahwa cinta tidak akan dapat untuk di paksakan, sangat tidak bisa untuk dipaksakan."


"Aku juga tidak ingin melihat Laras terus sedih, dan aku ingin tetap menjadi sahabat Laras."


Untuk pertama kalinya Lidia mendengarkan semua curahan hati Andre, ya satu laki - laki yang sangat masih dia cintai, namun dirinya terlalu gengsi untuk mengakuinya .


"Aku tidak ingin melukai hati wanita lagi Lidia itu sebabnya aku ingin kembali mengenal mu lebih dalam."


Deg


"Dre apakah kau sadar dengan apa yang telah kau katakan?"


"Apakah kau tau apa yang telah kau lakukan di dalam masa yang telah berlalu?"


"Ya aku tau, aku tau semua perbuatan aku, namun apakah kita tidak bisa menjalin kembali semuanya dengan baik Lidia?"


"Aku berharap kau bisa memaafkan semua kesalahanku yang dulu, aku tau itu berat, aku tau itu mungkin sesuatu hal yang mustahil untuk mu, namun apakah hal yang mustahil itu tidak bisa kau rubah kembali?"


Lidia kini hanya bisa memandang tajam ke arah Andre seakan - akan mencari kebenaran dari setiap perkataan Andre..


Dre aku butuh waktu , ya aku butuh waktu."


Lidia mengatakan hal tersebut kepada Andre.


"Baiklah jika kau butuh waktu, namun aku harap kau bisa berpikir dengan cepat karena sebenarnya aku akan ke Jepang dan meminta mu untuk ikut, saat ini Laras juga. bersama ku karena dia sedang membutuhkan ketenangan."


"Namun aku sangat membutuhkan mu Lidia, ya sangat membutuhkan diri mu."


Andre mengatakan hal tersebut sambil mengenggam tangan Lidia.


"Dre biarkan aku berpikir dulu karena ini adalah keputusan yang sangat sulit untuk ku."


Lidia mengatakan hal tersebut sambil menarik tangannya dari genggaman tangan Andre


" Baiklah aku akan menunggu lusa aku berangkat ke Jepang, jika kau sudah memutuskan kabari aku secepatnya, karena aku membutuhkan kepastian dari mu, ya kepastian yang harus aku pegang dengan kuat, agar aku bisa mengetahui apa yang harus persiapan disana."


"Aku hanya ingin bersama dengan mu Lidia ya hanya dengan mu saja dan tidak dengan yang lainnya."