MY PRINCE

MY PRINCE
LARAS SADAR



Dan setelah mengatakan hal tersebut pandangan mata Laras tiba - tiba gelap, yah gelap dan sangat gelap.


Dan detik itu juga Laras pingsan di atas meja, Laras yang malang satu hari yang lalu Prince begitu memanjakan dirinya, namun di saat yang bersamaan Laras harus mengetahui kebenaran yang membuat hatinya sangat hancur.


"Pak tolong mbak Laras pak, ayo pak.


"


Bi Ijah yang masuk ke dalam kamar langsung menangis melihat keadaan Laras yang saat ini sudah pingsan dengan darah yang mengalir


Sungguh saat ini Laras sepertinya sudah tidak ingin kembali membuka ke dua matanya.


"Ada apa ini pak?"


Saat tiba di rumah sakit, Andre yang kebetulan sedang bertugas di ruang unit gawat darurat sangat terkejut melihat kedatangan Laras yang dalam keadaan pingsan.


"Mbak Laras dokter pingsan.


Supir yang mengantarkan hanya bisa mengatakan hal tersebut kepada Andre


"Suster hubungi dokter kandungan sekarang juga!


"


Dengan segera Andre masuk ke dalam unit gawat darurat bersama dengan Laras yang masih pingsan.


Tak beberapa lama, para tim medis pun datang dan mencoba untuk menyelamatkan Laras dan juga janinnya.


Cukup lama tindakan yang dilakukan di dalam sampai pada satu keputusan..


"Dokter Andre, janin di dalam rahim mbak Laras sudah tidak dapat di pertahankan lagi, janin tersebut sudah keluar dengan sendirinya."


Salah satu dokter kandungan mengatakan hal tersebut sambil memperlihatkan sesuatu hal yang selama ini mati - matian di pertahankan oleh Laras.


"Ya dokter, kita sudah melakukan sesuai dengan kapasitas kita, lebih baik kita segera mengobati luka Laras yang lainnya."


Andre pada akhirnya tidak dapat mengatakan banyak hal ketika melihat semuanya.


"Laras, aku yakin kau adalah wanita yang kuat."


"Ayo dokter Andre kita pindahkan pasien ke ruang perawatan sambil menunggu kedatangan keluarga nya."


Andre hanya bisa menganggukkan kepalanya saat tim medis mengatakan hal tersebut kepadanya.


Sungguh saat ini Andre masih belum bisa membayangkan apa yang akan terjadi dengan Laras ketika dirinya mengetahui akan hal ini.


Sementara itu saat ini Prince memilih untuk tidak kembali ke rumah dan menenangkan dirinya di hotel dengan alkohol yang sampai saat ini masih menjadi teman sejati di kala hatinya sedang tidak karuan.


"Kurang ajar! kemana kau sebenarnya Prince saat ini!"


Andre sangat marah karena Prince sama Sekali tidak bisa untuk dihubungi, semua ponsel sengaja Prince matikan agar dirinya tidak bisa di hubungi kembali oleh Laras.


"Sungguh jika aku bertemu dengan mu, aku akan menghajar mu!


"


Andre yang sudah emosi segera mengambil jas dokter nya untuk meninggalkan ruangan kerjanya.


"Dokter Andre pasien yang bernama Laras sudah sadar."


Deg


Saat membuka pintu tiba - tiba saja seorang perawat memberitahukan hal ini kepadanya.


Andre yang hendak menghampiri Prince langsung mengurungkan niatnya.


"Kenapa dia cepat sekali sadar sus?"


Kali ini untuk pertama kalinya Andre menanyakan satu pertanyaan bodoh kepada seorang perawat.


"Lebih baik dokter Andre segera menuju ruang rawat mbak Laras dok.*


Sadar akan pertanyaan Andre yang bodoh sang perawat pada akhirnya hanya meminta Andre untuk segera masuk ke ruang rawat tersebut


"Ya kau benar sus."


Dan setelah mengatakan semua hal tersebut Andre dan sang perawat berjalan menuju ruang rawat untuk melihat keadaan Laras.