
Kau tidak perlu menjawabnya saat ini, aku izinkan kau untuk berpikir, namun jika di akhir pikiran mu nanti kau tetap memilih untuk berpisah dari ku, maka aku akan menerimanya dengan lapang dada."
Prince mengatakan hal tersebut dengan menundukkan wajah, ingin rasanya Prince menangis saat mengatakan hal itu.
"Aku tidak tau mas.*
Laras pada akhirnya hanya bisa mengatakan hal tersebut kepada Prince.
"Ya aku tau Laras, aku mengerti apa yang saat ini engkau rasakan, itu sebabnya aku minta kau untuk berpikir."
"Iya mas."
"Baiklah, aku akan kembali ke hotel, jaga diri mu baik - baik."
Prince mengatakan hal tersebut lalu bangkit dari tempat duduknya dan pergi begitu saja meninggalkan Laras.
"Mas, kenapa hati ku rasanya sakit sekali mas, saat mas Prince mengatakan perceraian kepada ku?"
"Mas jauh di dalam lubuk hati ku yang paling dalam aku juga sama sekali tidak menginginkan perceraian mas, selain itu akan mendukakan hati Tuhan, aku juga hanya ingin menikah untuk pertama dan terakhir."
Laras mengatakan hal tersebut dengan mencoba untuk tidak menangis, entah sudah berapa banyak air mata yang Laras keluarkan ketika dirinya harus berhadapan dengan Prince.
Namun kali ini rasanya begitu sangat sesak ya sangat sesak di dalam hati Laras.
"Mas, seandainya mas tau apa yang membuat ku enggan untuk kembali kepada mu, terlalu pelik mas permasalahan ku, ya terlalu besar mungkin untuk mu, apakah kau bisa menerima kembali jika kau mengetahui bahwa saat ini aku sudah menyerahkan tubuh ku untuk para bandar narkoba demi untuk mendapatkan barang dari mereka?"
"Apakah kau bisa menerima jika istri mu ini adalah pemakai obat - obatan terlarang? bagaimana bisnis mu nanti? bagaimana dengan kolega - kolega bisnis mu?"
Setelah mengatakan hal tersebut Laras bangkit dari tempat duduknya dan memantapkan hati untuk mengajukan gugatan cerainya kepada Prince.
Sungguh hari - hari yang menjadi semakin gelap yang saat ini Laras mulai bayangkan ketika pada nantinya dia harus melakukan perpisahan dengan keterpaksaan dan hal ini hanya diketahui di dalam hatinya saja.
Laras berjalan lunglai saat kembali pulang ke apartemennya, Laras berusaha untuk menerima kenyataan bahwa sekarang hal ini yang harus di jalani.
"Aku tidak tau lagi yang akan akan terjadi dengan ku berikutnya, gelap sekali Tuhan jalan ku, ya gelap sekali."
"Jika saat ini aku boleh memohon, aku hanya minta satu cahaya lilin saja untuk menerangi jalan ku, namun jika itu Engkau perbolehkan Tuhan."
Laras mengatakan hal tersebut sambil terbaring di atas tempat tidurnya.
Hari ini pada akhirnya menjadi titik penentuan akhir dari setiap kisah cintanya dengan Prince.
"Aku harus beristirahat, ya aku tidak boleh sakit karena aku sendiri, aku sendiri tanpa ada satu orang pun yang saat ini akan menjadi pelindung ku."
Laras pada akhirnya memejamkan ke dua mata dengan air mata yang dia biarkan mengalir.
Perjalanan waktu yang semakin sulit untuk Laras yang saat ini harus terpaksa kehilangan cintanya.
Sementara itu di dalam satu cafe, Prince sore ini sedang duduk dengan Andre sambil melihat pemandangan.
"Apakah kau sudah yakin dengan semua keputusan mu Prince?"