MY PRINCE

MY PRINCE
KANTOR POLISI



Tanpa perlu kau usir ibu akan pergi dengan ke dua kaki ibu sendiri Prince!"


Ibu Saraswati mengatakan hal tersebut dengan langkah yang tidak pasti, saat ini ibu Saraswati begitu marah atas apa yang telah dilakukan oleh menantunya yang bernam Laras sati,


"Aku tidak menyangka jika aku memiliki menantu yang menjadi pecandu obat - obat terlarang, Prince karir mu aman hancur jika kau terus mempertahankan Laras."


Setelah mengatakan hal tersebut ibu Saraswati langsung keluar dari ruang rapat, ibu Saraswati sangat kesal ketika Prince tidak memberikan tanggapan apapun dan lebih memilih untuk terdiam.


Setelah kepergian ibu Saraswati Prince hanya bisa kembali terduduk dan terdiam.


Sesekali Prince mengacak - acak rambutnya yang saat ini tidak gatal.


"Sungguh sulit dipercaya, ada apa sebenarnya dengan mu Laras, baru semalam kita.."


Tiba - tiba saja Prince berhenti dengan kata - katanya sendiri.


Kini Prince kembali teringat akan malam - mal panas bersama dengan wanita yang begitu dia cintai, kini Prince kembali teringat setiap hal manis yang sengaja dia berikan untuk menebus segala kesalahan demi kesalahannya di masa lalu..


Namun pagi ini Prince mendapatkan kabar seperti petir yang menyambar, seperti batu keras yang menghantam hatinya dan saat ini Prince harus membuat keputusan dengan cepat.


"Joe apakah kau tau dimana para aparat kepolisian itu membawa Laras?


"


Prince mencoba untuk menanyakan hal itu kepada Joe yang sejak tadi masih dengan setiap berdiri tidak jauh dari tempat Prince duduk.


"Tau pak, lokasinya tidak jauh dari kantor kita ini.


Dan Prince kembali terdiam, ke dua tangannya mengetuk - ngetuk meja, saat ini Prince terus berpikir dan terus berpikir.


"Ayo kita ke sana Joe, ada beberapa hal yang ingin aku tanyakan kepada Laras."


Dengan langkah yang gontai Prince meninggalkan ruang rapat untuk menuju ke kantor polisi yang lokasinya tidak jauh dari kantornya saat ini.


Sepanjang perjalanan tak henti - hentinya Prince menggelengkan kepala sambil terus berkata.


"Ini sulit aku percaya, ini seperti mimpi dan ini sangat mustahil."


Berkali-kali Prince mengatakan hal tersebut dengan menatap pemandangan dari dalam mobil.


Saat ini ingin rasanya Prince mengulang waktu dan menanyakan ada apa dengan mu Laras dan pertanyaan demi pertanyaan yang lainnya.


Namun ini semuanya sudah terjadi, saat ini tidak ada lagi yang bisa Prince perbuat kecuali bertemu dengan Laras dan mendapatkan penjelasan darinya langsung.


"Pak sudah sampai."


Joe mengatakan hal tersebut saat mobil sudah terparkir di depan pintu masuk kantor polisi terbesar di kota tersebut.


"Ya Joe, ayo kita turun."


Prince mengatakan hal tersebut dengan pelan, ingin rasanya dia tidak masuk ke dalam tempat yang selama ini sangat dia hindari, namun saat ini dirinya malah berada disini, dan harus bertemu dengan wanita yang dia cintai.


"Selamat pagi, kami dari keluarga ibu Laras, apakah kami bisa bertemu dengan ibu Laras?


"


Joe mengatakan hal tersebut kepada salah satu aparat yang saat itu sedang berjaga, dan Prince lebih memilih terdiam dan melihat sekeliling untuk menenangkan hatinya.


"Pak Prince mari."


Joe mengatakan hal tersebut kepada Prince dan membuat Prince tersentak dari lamunannya yang panjang ya sungguh lamunan yang panjang.