
Ya mengasihi diri sendiri yang pada akhirnya berakibat fatal, dengan lama tidak di pertemukan dengan mu."
Prince mengatakan hal tersebut sambil kembali mengenang masa yang paling buruk terjadi di dalam kehidupannya.
"Untuk itulah, cara apapun akan aku lakukan untuk bisa mendapatkan mu kembali."
"Maafkan aku yang sejenak berbohong akan melepaskan mu Laras, kau tau rasanya sakit sekali ketika mengatakan hal itu, dan di saat itulah baru aku menyadari jika aku tidak bisa melakukan hal itu sayang."
Prince mengatakan hal tersebut sambil kembali membelai punggung Laras yang sampai detik ini masih memunggunginya.
"Makan lah dulu mas, hari ini bi Ijah dan aku masak semua ayam dan tempe goreng."
Sambil terus memunggungi Prince Laras mengatakan hal itu kepadanya.
"Iya hari ini banyak sekali pekerjaan yang telah aku lakukan, terima kasih yah, aku tau saat ini kau masih sangat marah kepada ku, namun kepedulian mu sangat jelas terlihat dengan kau tetap menyediakan aku makan malam."
"Aku akan mandi dan juga makan malam di bawah saja, masuklah ke kamar, angin malam tidak akan baik untuk mu."
"Malam ini aku akan tidur di kamar tamu, aku tidak akan satu tempat tidur dengan mu untuk sementara, aku tidak akan menyentuh mu, karena aku tau kau tidak akan pernah mau untuk di sentuh oleh ku."
"Cukup bisa melihat mu di rumah ini itu sudah cukup membuat ku bahagia, aku akan dengan sabar menunggu maaf mu Laras."
Prince mengatakan hal tersebut dengan membelai punggung istrinya.
Saat ini sebenarnya ke dua tangan Prince ingin meraih tubuh Laras dan menenggelamkan tubuh tersebut kedalam pelukannya.
Namun penguasaan diri saat ini sangat dia pertaruhkan untuk bisa mendapatkan seutuhnya hati sang istri yang pernah di buatnya hancur.
"I love you sayang."
Dengan langkah pelan Prince meninggalkan kamarnya sendiri, ya kamar yang seharusnya menjadi tempat mereka memadu cinta dan kasih serta merencanakan banyak hal untuk masa depan mereka..
Namun malam hari ini sampai batas waktu yang belum di ketahui, Prince harus meninggalkan kamarnya demi untuk bisa mendapatkan kembali kepercayaan cinta dari satu wanita yang selama ini sangat berarti untuk dia.
"Mas, apakah mas tau bahwa aku juga sebenarnya sangat merindukan tanah air, kau benar mas meskipun aku marah namun aku berjanji kepada diri ku sendiri tidak akan pernah melupakan mengurus suami ku sendiri."
"Mas, seandainya kau tau saat ini aku takut, yah sangat takut, takut jika tiba - tiba saja aku tidak bisa melawan diri ku sendiri, melawan canduku terhadap obat terlarang, aku sanga takut jika pada akhirnya kau mengetahui semua rahasia besar ku ini mas."
Laras mengatakan hal tersebut sambil menangis tanpa suara.
Saat ini dirinya betul - betul sedang dalam ketakutan yang luar biasa, ya ketakutan yang tidak dapat untuk dikendalikan dirinya sendiri.
Dan Prince sama sekali tidak mengetahuinya.
Sementara itu di Jepang.
"Ya aku mengerti, baiklah terima kasih."
Andre mengatakan hal tersebut sambil menutup panggilan di dalam ponselnya.
"Bagaimana Dre?"
"Apa yang selama ini kau curigai ternyata betul sayang."
Andre mengatakan hal tersebut kepada Lidia istrinya.