
Mama akan pulang, mama berharap kau bisa merenungi setiap kata - kata yang telah mama sampaikan tadi."
Dan setelah mengatakan hal tersebut Ibu Saraswati langsung berjalan keluar dari kediaman rumah Prince.
Saat ini tinggal Prince yang masih duduk di kursinya, ke dua tangannya mengepal dan ke dua matanya memerah.
"Arrrh, Andre apa sebenarnya sedang kau rencanakan? kenapa tiba - tiba saja kau tidak membawa pulang kembali wanita gendut itu ke rumah!"
Prince mengatakan hal tersebut dengan penuh kemarahan.
"Dan apa yang telah kau lakukan tidak akan pernah aku biarkan Dre!"
Setelah mengatakan hal tersebut Prince bangkit dari tempat duduknya dan langsung menuju ke parkiran mobil, hari ini Prince akan mencoba untuk menemui Andre di rumah sakit.
Sementara itu di rumah sakit .
"Sus, apakah siang nanti masih ada pasien?"
Menjelang siang Andre yang telah banyak mendapatkan pasien kembali menanyakan hal tersebut untuk mempertegas lagi.
"Semua pasien telah dokter Andre periksa, dan untuk siang hari ini sudah tidak ada pasien dokter Andre."
Sang suster mengatakan hal tersebut sambil mencoba melihat kembali daftar pasien yang telah dia pegang.
"Baiklah jika memang seperti sus, aku akan ke kantin untuk makan, setelah itu aku akan langsung pulang saja."
"Baik dokter Andre."
Dan setelah mengatakan hal tersebut Andre segera bangkit dari tempat duduknya dan langsung keluar dari ruang prakteknya.
Sesampainya di kantin rumah sakit, Andre memesan spaghetti dan juga kopi kesukaannya.
Dengan lahap Andre memakan semua pesanannya.
"Jadi saat ini kau ada di kantin dokter Andre yang terhormat!"
Satu laki - laki mengatakan hal tersebut kepada Andre yang sedang asyik meneguk kopi kesayangannya.
Andre mengatakan hal tersebut dengan tenang kepada Prince.
"Rupanya kau masih bisa berbasa - basi dengan ku Dre."
Prince mengatakan hal tersebut sambil duduk di hadapan Andre.
"Basa basi? apa maksud mu Prince?"
Prince langsung tersenyum dengan sinis ketika Andre mengatakan hal tersebut kepadanya.
"Tak kusangka seorang dokter dan laki - laki terhormat seperti mu, melakukan hal ini, kau membawa lari istri orang."
Prince mengatakan hal tersebut dengan cara berbisik.
Dan seketika itu juga Andre langsung tersenyum.
"Jadi kau datang untuk mencarinya? aku tidak pernah yakin jika kau tulus peduli dengan wanita itu, ya wanita yang kau berikan status sebagai istri sah, namun kau perlakukan tak jauh hanya sebagai pembantu dan juga sebagai pemuas nafsu mu saja."
Andre mengatakan hal tersebut sambil berbisik ke arah Prince.
"Apa yang kau Dre soal ini, kau tidak akan pernah mengetahui apa - apa dari setiap hal yang sudah terjadi."
Dan seketika itu juga Andre tertawa dengan pelan.
"Kau kira aku tidak mengetahui apa yang saat ini sedang kau rencanakan terhadap wanita itu? ingat kau tidak boleh lupa bahwa saat ini kau sedang berhadapan dengan siapa Prince!"
Deg
Saat itu juga ke dua mata Andre menatap tajam ke arah Prince ada sebuah dendam membara yang terpancar dari tatapan matanya.
"Aku peringatkan kau Dre, u.ya aku peringatkan kau untuk tidak ikut campur di dalam setiap permasalahan yang saat ini sedang aku hadapi, permasalahan yang sebenarnya kau tidak boleh ikut campur di dalamnya."
"Bagaimana jika aku tidak peduli akan ancaman mu itu Prince apa yang akan kau lakukan ha?"